Para ahli strategi Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak mentah mereka.
IDXChannel - Para ahli strategi Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak mentah mereka. Eskalasi konflik dapat menghambat pasokan dari Timur Tengah secara signifikan.
Dilansir dari Investing pada Selasa (3/11/202), mereka menaikkan proyeksi harga minyak Brent untuk Desember 2026 dari USD90 menjadi USD105 per barel.
Selain itu, proyeksi untuk West Texas Intermediate (WTI) juga naik dari USD81 menjadi USD94 per barel.
Prakiraan rata-rata untuk 2027 juga direvisi naik, dari USD80 menjadi USD88 per barel untuk Brent, dan dari USD73 menjadi USD78 per barel untuk WTI.
Menurut para ahli strategi tersebut, pasar kini lebih mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik setelah pemilu sela di Amerika Serikat (AS) pada 3 November.
Mereka mencatat bahwa pelaku pasar tengah mencermati tiga kemungkinan tindakan yang mungkin diambil oleh AS atau Israel terhadap Iran: serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah, serangan terhadap lokasi peluncuran rudal di dekat Selat Hormuz, serta serangan yang lebih luas terhadap infrastruktur energi.
Mereka menambahkan bahwa setiap kemungkinan tindakan dapat direspons Iran dan sekutunya dengan menyerang infrastruktur minyak di kawasan Teluk.
Menurut mereka, harga minyak Brent bisa mencapai rata-rata sekitar USD130 per barel pada 2027, jika produksi di kawasan Teluk tetap berada 3,5 juta barel per hari di bawah level 2025.
Sebaliknya, harga bisa turun ke kisaran USD60-an per barel jika produksi meningkat 2,5 juta barel per hari di atas level 2025 dan eskalasi konflik tidak terjadi. (Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)