Terbongkar! Netanyahu Ngotot ke Trump Minta AS Hancurkan Iran Sekali Lagi

wartaekonomi.co.id
16 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan kembali mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Desakan tersebut disebut disampaikan menjelang pemilu paruh waktu AS yang digelar Selasa (3/11) waktu setempat.

Menurut laporan Axios yang mengutip sumber dari Amerika Serikat dan Israel, Netanyahu menyampaikan permintaan itu saat berbicara melalui telepon dengan Trump pada Sabtu (31/10).

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas perkembangan negosiasi dengan Iran serta kemungkinan melanjutkan serangan militer terhadap Teheran. Netanyahu disebut meminta Trump melancarkan operasi militer tidak lama setelah pemilu paruh waktu berlangsung.

Namun, pembicaraan keduanya dikabarkan berlangsung alot. Sumber Israel menyebut Trump masih ingin mengutamakan jalur negosiasi dibandingkan operasi ofensif terhadap Iran.

Gedung Putih maupun kantor Netanyahu menolak memberikan komentar mengenai laporan tersebut.

Sikap Trump yang tetap membuka peluang diplomasi bukan berarti Washington mengesampingkan opsi militer. Dalam konflik sebelumnya, Trump juga menjalankan pendekatan negosiasi sembari menyiapkan serangan besar terhadap Iran, termasuk pada Februari 2026 dan Juni 2025.

Upaya diplomasi terbaru juga dilakukan Wakil Presiden AS JD Vance. Pekan lalu, Vance mengirim surat kepada Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei yang berisi ajakan agar Teheran kembali ke meja perundingan.

Trump sendiri mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik dan menegaskan tidak terburu-buru mencapai kesepakatan. Meski demikian, ia tetap menyoroti keberadaan fasilitas nuklir Iran yang dianggap Washington sebagai ancaman.

"Kami bisa mengurusnya dalam 10 menit. Kami sudah merencanakannya. Anda bisa lihat Gunung Pickaxe. Kami perlu mengatasinya. Kami bisa melakukannya dengan sangat cepat," ucap Trump kepada wartawan pada Sabtu (31/10).

Baca Juga: Netanyahu Menang Pemilu Israel tapi Gagal Rebut Mayoritas Kursi Parlemen, Posisinya di Ujung Tanduk?

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan belum ada kesepakatan yang dicapai Teheran dan Washington hingga Minggu (1/11). Ia menyebut kelanjutan perundingan bergantung pada jawaban AS atas sejumlah pertanyaan yang diajukan Iran.

"Kami melakukan segala upaya dalam hal ini dan berharap pihak sana menunjukkan rasionalitas yang cukup untuk memilih diplomasi daripada hal lain," ujar Araghchi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolres Temui Tokoh Lintas Agama, Jaga Kabupaten Malang Tetap Kondusif
• 23 jam lalu
0
thumb
Pemerintah belum bahas penggantian KSP usai kasus penyadapan
• 42 menit lalu
0
thumb
Main Film Putri Jangan Gentayangan Lagi, Kinaryosih dan Kawai Labiba Rasakan Tanggung Jawab Besar
• 10 jam lalu
0
thumb
Pramono Pastikan JIS Tetap Kandang Persija, Konser Musik Dibatasi
• 7 jam lalu
0
thumb
Tak Perlu ke Samsat, Polres Rohil Hadirkan BPKB Delivery Permudah Warga
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.