Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (2/11). Indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah, sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat di tengah tekanan saham teknologi dan kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja infrastruktur akal imitasi (AI).
Indeks S&P 500 turun 0,51 persen ke level 7.541,40. Nasdaq Composite merosot 1,07 persen ke posisi 25.164,32, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,41 persen menjadi 51.983,98.
Melansir Reuters, tekanan terhadap pasar saham terutama datang dari saham-saham teknologi menjelang rilis sejumlah laporan kinerja keuangan kuartalan. Investor juga mencermati rencana perusahaan-perusahaan teknologi untuk terus menggelontorkan dana besar pada pengembangan infrastruktur AI, di tengah pertanyaan mengenai kemampuan investasi tersebut menghasilkan arus kas dalam jangka pendek.
CEO Longbow Asset Management Jake Dollarhide menyebut investor masih mengkhawatirkan besarnya belanja perusahaan untuk AI.
"Perusahaan harus menyadari bahwa ada batasan mengenai seberapa besar pengeluaran yang dapat mereka lakukan dan apa artinya bagi peningkatan nilai pemegang saham. Pada titik tertentu, tidak ada lagi nilai tambah yang dihasilkan, yang tersisa hanyalah pengeluaran," ujar Dollarhide.
Pada Oktober, Nasdaq tercatat turun 5,3 persen setelah aksi jual saham pada Jumat (30/10). Penurunan didorong kekhawatiran bahwa belanja infrastruktur AI yang semakin besar belum sebanding dengan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas dalam waktu dekat.
Salah satu saham yang tertekan pada perdagangan Senin adalah Oracle. Saham Oracle anjlok hampir 9 persen setelah dokumen regulator menunjukkan rencana perusahaan menghimpun dana USD 20 miliar melalui penerbitan utang dan penjualan saham.
Rencana ini disebut menambah kekhawatiran investor terhadap pembiayaan belanja perusahaan teknologi melalui utang, terutama ketika biaya pinjaman meningkat.
Saham Marvell Technology juga merosot 13 persen setelah perusahaan produsen cip itu mengumumkan rencana mengakuisisi Lumentum melalui transaksi seluruhnya dalam bentuk saham senilai USD 115 miliar, termasuk utang. Saham Lumentum ikut turun 18,6 persen.
Adapun saham Intel melemah 8,8 persen. Penurunan ini menambah tekanan setelah saham Intel anjlok 29 persen pada Jumat (30/10), menyusul proyeksi pendapatan kuartalan yang berada di bawah perkiraan pasar. Intel juga menyatakan tidak memperkirakan arus kas positif pada tahun ini.
Saham Palantir turun 3,1 persen menjelang pengumuman kinerja kuartalannya setelah penutupan perdagangan. Adapun saham AMD melemah 7,5 persen menjelang rilis laporan keuangan pada Selasa (3/11).
Di tengah tekanan saham teknologi, saham Apple ditutup turun 1,5 persen menjelang pengumuman kinerja kuartalan. Namun, setelah perdagangan berakhir, perusahaan melaporkan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar, didorong permintaan awal terhadap iPhone 18 Pro dan kenaikan harga jual yang membantu mengimbangi peningkatan biaya cip memori.
Saham Apple bergerak mendekati level stabil setelah laporan dirilis. Sebaliknya, saham Amazon menguat 2,2 persen dan Tesla naik 1 persen.






Komentar (0)