Desa Energi Berdikari Pertamina Hasilkan Nilai Tambah Ekonomi Rp26 Miliar per Tahun

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) mencatat program Desa Energi Berdikari (DEB) telah menghasilkan nilai tambah ekonomi sekitar Rp26 miliar per tahun. Program yang mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut juga memberikan manfaat kepada sekitar 283 ribu orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, mengatakan pengembangan DEB tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi untuk meningkatkan produktivitas usaha, pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi pedesaan.

"Yang paling penting adalah bagaimana pengembangan DEB benar-benar berdampak signifikan kepada masyarakat. Petani bisa meningkatkan kapasitas produksinya, UMKM mendapatkan tambahan pendapatan, dan berbagai aktivitas ekonomi bisa berjalan dengan baik hingga masyarakat mampu mencukupi kebutuhannya," kata Rudi dalam acara DETalk bertajuk Desa Berdaya, Energi Terjaga: Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, hingga 2026 Pertamina telah mengembangkan sekitar 310 Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah Indonesia. Sekitar 60 persen desa penerima program tersebut berada di luar Pulau Jawa.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pengembangan DEB memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan sesuai potensi masing-masing wilayah. Sumber energi tersebut mencakup tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel, hingga pembangkit listrik hibrida.

Dari pengembangan tersebut, kapasitas pembangkitan energi terbarukan telah mencapai sekitar 1,5 MWp dengan produksi biogas sekitar 973 ribu meter kubik. Pertamina juga mencatat sebanyak 166 desa telah mengembangkan kegiatan berbasis pertanian dan pangan, dengan hasil sekitar 21 ribu ton beras serta 5 ribu ton komoditas nonberas dalam satu kali panen dari lahan seluas sekitar 2.000 hektare.

"Ujungnya adalah kita harus mendengar. Tahapan pertama dari delapan pilar CID adalah saling berdiskusi secara mendalam. Melalui social mapping, kita mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan, kekurangan, dan harapan masyarakat," jelas Rudi.

Dampak ekonomi program tersebut salah satunya terlihat di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat setempat mengembangkan kegiatan peternakan, ekowisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pengolahan kelapa.

Pengembangan kegiatan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan melalui penanaman sekitar 30 ribu pohon di kawasan seluas 96 hektare. Desa Tumpak kini mampu menarik sekitar 800 wisatawan per tahun, mayoritas berasal dari luar negeri. Berbagai kegiatan tersebut menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp60 juta per tahun sekaligus membuka kesempatan kerja bagi sekitar 60 warga.

Manfaat serupa juga dirasakan masyarakat Dusun Bondan, Desa Ujung Alang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) tidak hanya menyediakan penerangan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung kegiatan budidaya ikan dan pengolahan air laut menjadi air tawar.

"Kami tidak hanya menggunakan pembangkit listrik ini untuk penerangan. Kami terus berupaya melakukan inovasi untuk membantu kebutuhan masyarakat," jelas Local Hero Dusun Bondan, Jamaludin.

Energi dari PLTH dimanfaatkan untuk mengoperasikan aerator pada tambak ikan guna meningkatkan produktivitas budidaya. Masyarakat juga mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan melalui pemberdayaan kelompok perempuan sehingga komoditas yang sebelumnya dijual sebagai bahan baku dapat menghasilkan nilai tambah.

Untuk menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut, warga membentuk Koperasi Konsumen Bondan Sukses Sejahtera. Masyarakat juga mengumpulkan iuran sebesar Rp25.000 per kepala keluarga setiap bulan untuk membiayai operasional dan pemeliharaan pembangkit.

Pertamina turut memperkuat kapasitas masyarakat melalui sertifikasi keahlian bagi para penggerak desa atau local hero. Hingga kini, sebanyak 223 orang telah memperoleh sertifikasi Junior Operator untuk mendukung pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas energi terbarukan secara mandiri.

Dari aspek lingkungan, Pertamina mencatat program DEB berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 1,1 juta ton CO2 ekuivalen. Program tersebut juga mendukung pengelolaan sekitar 145 ribu ton sampah per tahun serta pemanfaatan lebih dari 23 ribu ton kotoran hewan untuk pengembangan energi biogas.

Pertamina menargetkan jumlah Desa Energi Berdikari terus meningkat hingga mencapai 732 desa pada 2030. Pengembangan program tersebut diarahkan untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi produktif masyarakat melalui pengelolaan potensi sumber daya lokal.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cari Dana untuk Beli Pemain Baru, Barcelona Siap Jual Jules Kounde, Chelsea dan Bayern Munchen Tertarik
• 11 jam lalu
0
thumb
PKB Ingin Selesaikan Polemik Ijazah Gibran di DPR: Putusan MK dan MA Memiliki Konsekuensi Yuridis
• 17 jam lalu
0
thumb
Pramono: Pemprov DKI Support Penuh Polri Berantas Narkoba
• 17 jam lalu
0
thumb
Pendukung Gibran Pamer Sertifikat A-Level Sehari Sebelum Putusan MA, Roy Suryo Langsung Bereaksi
• 21 jam lalu
0
thumb
BPS Catat Harga Beras Eceran Masih Naik, Rerata Rp 15.765 per Kg
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.