Jakarta, VIVA - Persaingan usaha yang semakin ketat membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan lebih dari sekadar tambahan modal untuk bertahan dan berkembang. Kemampuan mengelola usaha, mengembangkan produk, memperluas pemasaran, serta membangun jejaring bisnis menjadi faktor penting agar usaha kecil dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Pelaku UMKM, khususnya dari kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi, juga membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan. Tanpa bekal tersebut, bantuan modal atau keterampilan dasar belum tentu cukup untuk mendorong usaha berkembang dalam jangka panjang.
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui program inkubasi usaha. Pelaku usaha tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga pendampingan pengembangan produk, pemasaran, hingga akses ke jejaring bisnis.
Hal tersebut disampaikan Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, Dian Widyanarti. Ia mengatakan, pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan agar penerima manfaat mampu mengembangkan potensi ekonominya secara mandiri.
"Pemberdayaan yang bermakna tidak berhenti pada pemberian bantuan atau keterampilan, tetapi harus mampu membekali para penerima manfaat dengan kapasitas dan kemampuan memanfaatkan peluang untuk mengelola serta mengembangkan potensi ekonominya secara mandiri," ujarnya, dikutip pada Senin (2/11/2026).
Kebutuhan pendampingan tersebut menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan Empower Academy. Program inkubasi yang berlangsung selama enam hingga delapan bulan ini menyasar masyarakat dengan keterbatasan akses terhadap peluang usaha.
Sejak diluncurkan pada 2024, program tersebut telah diperluas ke empat wilayah, yakni Kota Malang, Jakarta, Temanggung, dan Kabupaten Malang. Penerima manfaatnya mencakup pelaku usaha penyandang disabilitas, perempuan dari komunitas prasejahtera, serta masyarakat di daerah perdesaan.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 200 penerima manfaat dan mendukung 125 usaha mikro di empat wilayah pelaksanaan. Selain pelatihan dan pendampingan, akses pasar juga menjadi tantangan yang perlu diatasi UMKM. Program tersebut, baru-baru ini meraih predikat Excellent kategori Corporate Social Marketing di Indonesia's Best Corporate Sustainability Initiatives 2026 dari MIX MarComm dan SWA Media Group.
"Melalui ini, kami berupaya mendorong perubahan dari ketergantungan terhadap bantuan eksternal menuju kewirausahaan yang lebih produktif dan berkelanjutan," papar Dian.






Komentar (0)