Persaingan UMKM Makin Ketat, Pelaku Usaha Kecil Perlu Lebih dari Sekadar Modal

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Persaingan usaha yang semakin ketat membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan lebih dari sekadar tambahan modal untuk bertahan dan berkembang. Kemampuan mengelola usaha, mengembangkan produk, memperluas pemasaran, serta membangun jejaring bisnis menjadi faktor penting agar usaha kecil dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Pelaku UMKM, khususnya dari kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi, juga membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan. Tanpa bekal tersebut, bantuan modal atau keterampilan dasar belum tentu cukup untuk mendorong usaha berkembang dalam jangka panjang.

Baca Juga :
BEI Kaji Insentif Pajak bagi Emiten, Bidik Lebih Banyak UMKM untuk IPO
Hadirkan 50 UMKM, SMEXPO Regional Bekasi 2026 Luncurkan Katalog Digital PFpreneur untuk Perluas Akses Pasar Produk Lokal

Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui program inkubasi usaha. Pelaku usaha tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga pendampingan pengembangan produk, pemasaran, hingga akses ke jejaring bisnis.

Hal tersebut disampaikan Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, Dian Widyanarti. Ia mengatakan, pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan agar penerima manfaat mampu mengembangkan potensi ekonominya secara mandiri.

"Pemberdayaan yang bermakna tidak berhenti pada pemberian bantuan atau keterampilan, tetapi harus mampu membekali para penerima manfaat dengan kapasitas dan kemampuan memanfaatkan peluang untuk mengelola serta mengembangkan potensi ekonominya secara mandiri," ujarnya, dikutip pada Senin (2/11/2026).

Kebutuhan pendampingan tersebut menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan Empower Academy. Program inkubasi yang berlangsung selama enam hingga delapan bulan ini menyasar masyarakat dengan keterbatasan akses terhadap peluang usaha.

Sejak diluncurkan pada 2024, program tersebut telah diperluas ke empat wilayah, yakni Kota Malang, Jakarta, Temanggung, dan Kabupaten Malang. Penerima manfaatnya mencakup pelaku usaha penyandang disabilitas, perempuan dari komunitas prasejahtera, serta masyarakat di daerah perdesaan.

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 200 penerima manfaat dan mendukung 125 usaha mikro di empat wilayah pelaksanaan. Selain pelatihan dan pendampingan, akses pasar juga menjadi tantangan yang perlu diatasi UMKM. Program tersebut, baru-baru ini meraih predikat Excellent kategori Corporate Social Marketing di Indonesia's Best Corporate Sustainability Initiatives 2026 dari MIX MarComm dan SWA Media Group.

"Melalui ini, kami berupaya mendorong perubahan dari ketergantungan terhadap bantuan eksternal menuju kewirausahaan yang lebih produktif dan berkelanjutan," papar Dian.

Baca Juga :
Pertamina Bawa 5 UMKM Lokal Buka Peluang Pasar Global di ASCOPE 2026
Pertamina Perluas Akses Pasar, Hadirkan SMEXPO di Bekasi
Airlangga Ungkap Penyaluran Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 Triliun, UMKM Jadi Penerima Terbesar

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dispusip DKI Jakarta Perkuat Peran 85 Duta Literasi Sekolah Lewat Book Camp 2026 untuk Tingkatkan Minat Baca Pelajar
• 3 jam lalu
0
thumb
PLN EPI amankan pasokan LNG dari WK Masela untuk 18 tahun
• 55 menit lalu
0
thumb
Kemnaker Bidik Talenta Muda ISC 2026 Tembus Kompetisi Keterampilan Dunia
• 10 jam lalu
0
thumb
11 Juta Warga Kelas Menengah Menurun, Pemerintah Siapkan Bantuan Pajak hingga Rp10 Juta
• 3 jam lalu
0
thumb
Koci Padel House Dibobol Maling, Dua Pelaku Berhasil Dibekuk, Kerugian Ditaksir Belasan Juta
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.