Bahlil Ungkap Ekspor Listrik Bisa Lanjut, Asalkan Ikuti Harga yang Ditawarkan Indonesia

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan ekspor listrik masih dapat berlanjut selama negara calon pembeli menyepakati harga yang telah ditawarkan pemerintah Indonesia.

"Selama harganya cocok, ikuti harga kita, memungkinkan dong. Tapi kalau harganya tidak cocok, kami akan memprioritaskan untuk kebutuhan di dalam negeri," kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/11/2026).

Baca Juga :
Kredit 5 Tahun, Lebih Untung Membeli Mobil Bensin atau Listrik?
Babak Baru Tambang Indonesia, Bahlil Benahi Produksi hingga Percepat Hilirisasi Mineral

Bahlil menjelaskan pemerintah telah melakukan perhitungan harga ekspor listrik melalui Kementerian ESDM. Oleh karena itu, dia meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tidak terpengaruh lobi pihak-pihak yang menginginkan penurunan harga tersebut.

"Saya minta untuk Danantara enggak boleh dilobi, untuk mau mengikuti agar harga bisa turun," ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, kerja sama ekspor listrik harus memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Apabila harga yang ditawarkan belum disepakati, pemerintah tidak akan memaksakan ekspor dan akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan listrik di dalam negeri.

"Menyangkut dengan ekspor listrik kita, saya katakan bahwa yang pertama kita perhatikan harus saling menguntungkan. Kalau harganya belum cocok, kita enggak bisa," kata Bahlil.

Dia kembali menegaskan bahwa kebutuhan domestik menjadi prioritas pemerintah sebelum membuka peluang penjualan listrik ke negara lain.

"Kita harus memenuhi dulu apa yang menjadi kebutuhan kita di domestik," pungkasnya.

Sebelumnya, Bahlil mengumumkan, Indonesia belum bisa mengekspor listrik dalam waktu dekat, sebab Indonesia masih membutuhkan listrik.

"Indonesia dalam waktu dekat belum bisa mengekspor listrik, ya. Kita masih butuh listrik," ucap Bahlil dalam pembukaan Mineral and Batubara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 yang digelar di Jakarta, Senin.

Bahlil memperingatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk tidak menerima lobi-lobi yang dilakukan oleh negara yang akan menjadi penerima ekspor listrik Indonesia.

Pada Juli 2026, Bahlil menyampaikan sedang berlangsung negosiasi terkait harga listrik hijau yang akan diekspor oleh Indonesia ke Singapura, agar memberikan manfaat ekonomi yang seimbang bagi kedua negara.

Rencana perdagangan listrik lintas batas menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara, khususnya dalam pengembangan energi hijau dan transisi energi. Namun, penyelesaian negosiasi harga tetap menjadi penentu agar kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan.

Baca Juga :
Bahlil Sebut Prabowo Segera Resmikan Program Listrik Desa
Tak Hanya Tuding Singapura Jual Lagi Gas dari RI, Bahlil Juga Beberkan Data Ini
Pemerintah Incar Bus Ikut Disetrum Mulai 2027

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MA Kabulkan Gugatan Pembatalan Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran, Apa Artinya?
• 17 jam lalu
0
thumb
Komnas HAM Ungkap 7.628 Kasus Online Scam, Anak Muda Terdidik Jadi Sasaran Perbudakan Siber
• 56 menit lalu
0
thumb
Hujan Es Terpa Lampung Barat, 4 Rumah Rusak
• 17 jam lalu
0
thumb
Wajah Kehilangan Elastisitas dan Muncul Garis Halus, Kenali Peran Kolagen bagi Kulit
• 46 menit lalu
0
thumb
Arsenal Akhiri Kutukan di Anfield, Tumbangkan Liverpool Lewat Gol Tunggal Havertz
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.