Puan Maharani: Pertolongan Kesehatan Lebih Mudah Dijangkau Masyarakat

narasi.tv
1 jam lalu
Cover Berita

Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan bahwa akses pertolongan kesehatan harus lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meninggalnya seorang balita asal Sulawesi Selatan berinisial NS (1) pada Kamis (29/10/2026), yang diduga tidak mendapat asupan makanan selama sepuluh hari.

“Pertolongan kesehatan harus lebih mudah dijangkau masyarakat, terutama bagi keluarga yang kurang memiliki akses informasi. Pelayanan dari negara harus bisa jemput bola dalam keadaan tertentu,” kata Puan di Jakarta, Senin (02/11/2026), dikutip dari Antara.

Kasus NS menjadi perhatian publik setelah muncul informasi bahwa balita berusia satu tahun tersebut meninggal dunia akibat tidak memperoleh asupan makanan dan susu selama sepuluh hari.

Belakangan diketahui NS mengalami komplikasi sejumlah masalah kesehatan serta kehilangan nafsu makan akibat sakit.

Sebelum meninggal dunia, NS sempat mengalami demam dan kejang di rumah. Keluarga kemudian meminta bantuan perangkat desa setempat sebelum akhirnya membawa NS ke RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja dalam kondisi kritis. Balita tersebut sempat mendapatkan perawatan di ruang intensive care unit (ICU).

Pemerintah Perkuat Pendampingan Kesehatan

Menurut Puan, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat bisa mendapatkan pertolongan kesehatan secepat mungkin.

Ia menilai pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh bantuan sejak kondisi kesehatan anak mulai memburuk. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan sosialisasi kesehatan serta pendampingan bagi keluarga yang membutuhkan.

Puan meminta pemerintah daerah bersama pihak pelayanan kesehatan untuk menelusuri seluruh proses penanganan NS dengan tetap menghormati pihak keluarga.

Kemudahan Akses Layanan Kesehatan bagi Keluarga Rentan

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi anak-anak dari keluarga rentan. Salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat agar mampu mengenali kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis segera.

Selain itu, ia turut meminta penguatan peran perangkat desa yang berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk membantu warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

“Keberadaan layanan perlu disertai kepastian bahwa warga mampu menggunakannya. Kebutuhan transportasi, pendampingan, dan pengasuhan anggota keluarga lainnya dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk membawa anak berobat,” ujarnya.

DPR berkomitmen mengawal tindak lanjut pemerintah agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau keluarga yang paling membutuhkan serta memastikan kesinambungan pendampingan bagi anak yang memiliki risiko kesehatan.

“Setiap keluarga perlu mempunyai kepastian bahwa ketika anak sakit, ada pertolongan yang dapat mereka jangkau,” kata Ketua DPR.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa Tegaskan Pendidikan Bisa Putus Rantai Kemiskinan, Minta Orang Tua Tak Hentikan Sekolah Anak
• 10 jam lalu
0
thumb
Kapolri Larang Seluruh Anggota Polisi Gunakan Vape, Pelanggar Terancam Sanksi Disiplin hingga Pidana
• 2 jam lalu
0
thumb
Korban Truk Molen Dapat Santunan, Polrestro Bekasi Kota Kawal Pemenuhan Hak
• 1 jam lalu
0
thumb
Wapres Gibran Tinjau Pembangunan RSUD Kondosapata Mamasa, Soroti Keterbatasan Ruang Perawatan Pasien
• 8 jam lalu
0
thumb
Truk Molen Tabrak Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.