Ponorogo (beritajatim.com) – Ziarah makam menjadi pembuka rangkaian Haul Akbar H.R. Djimat Hendro Soewarno 2026 yang digelar Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) Madiun Pusat Indonesia Cabang Ponorogo.
Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (5/11/2026) di 2 lokasi, yakni Makam Batoro Katong dan Makam Tamanarum. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan pengajian umum hingga puncak haul di Alun-alun Ponorogo. Seluruh rangkaian acara dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 5 hingga 15 November mendatang.
Ketua Panitia Haul Akbar, Timur Aji Hantoro, mengatakan ziarah makam akan melibatkan perwakilan dari masing-masing ranting PSHWTM Ponorogo.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan haul untuk mengenang H.R. Djimat Hendro Soewarno. Panitia kemudian menyiapkan pengajian umum yang akan digelar di Jalan HOS Cokroaminoto pada Sabtu (7/11/2026). Agenda itu melibatkan perwakilan dari 21 ranting PSHWTM Cabang Ponorogo.
“Untuk Haul Akbar H.R. Djimat Hendro Soewarno ini baru pertama kali kami adakan di Ponorogo. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, kondusif dan khidmat sehingga bisa menjadi agenda tahunan sekaligus ajang silaturahmi,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan puncak Haul Akbar H.R. Djimat Hendro Soewarno di Alun-alun Ponorogo pada Minggu (15/11/2026).
Sejumlah agenda telah disiapkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Di antaranya yatiman, penampilan pencak silat, serta pengukuhan pengurus cabang PSHWTM Ponorogo periode 2026-2029. Panitia juga akan menayangkan biografi H.R. Djimat Hendro Soewarno sebagai bagian dari acara puncak.
Puncak haul tersebut dijadwalkan dihadiri Ketua Umum PSHWTM Madiun Pusat Indonesia. Panitia memperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 12 ribu orang.
Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring antusiasme keluarga besar PSHWTM untuk mengikuti kegiatan tersebut. Persiapan pun dilakukan dengan mempertimbangkan besarnya jumlah peserta yang diperkirakan hadir.
“Untuk kegiatan ini prediksi kita sekitar 12 ribu, itu sesuai hasil perhitungan kita, tidak menutup kemungkinan bisa bertambah,” ungkapnya.
Besarnya jumlah peserta menjadi perhatian panitia dalam mempersiapkan pelaksanaan haul. Timur mengimbau seluruh keluarga besar PSHWTM maupun masyarakat yang hadir untuk turut menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Peserta juga diminta mematuhi arahan petugas keamanan serta panitia. Selain itu, aturan lalu lintas harus dipatuhi dan lokasi parkir yang telah disediakan perlu dimanfaatkan dengan baik.
Panitia juga mengingatkan peserta agar menjaga kebersihan lingkungan serta fasilitas umum di sekitar lokasi kegiatan. Sikap saling menghormati dan mengedepankan persaudaraan menjadi hal penting selama rangkaian haul berlangsung.
Timur berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenang H.R. Djimat Hendro Soewarno. Lebih dari itu, haul diharapkan mampu mempererat silaturahmi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Ponorogo.
“Kami berharap seluruh peserta mengedepankan adab, persaudaraan dan sikap saling menghormati. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Kabupaten Ponorogo,” tegasnya.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, H.R. Djimat Hendro Soewarno merupakan tokoh pencak silat yang dikenal sebagai pendiri sekaligus pengasuh Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) Madiun Pusat Indonesia. Sosok yang akrab dikenal sebagai Raden Djimat Hendro Soewarno atau R.D.H. Soewarno tersebut lahir di Ponorogo pada tahun 1924. Ia merupakan putra R. Poernomo dan R. Ayu Katmiyati.
Selain dikenal sebagai tokoh pencak silat, R.D.H. Soewarno juga memiliki latar belakang pendidikan dan karier di bidang pemerintahan. Dia pernah menempuh pendidikan di HIS, Kweekschool, SMT, hingga Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat.
Dalam perjalanan hidupnya, dirinya juga disebut pernah terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui pasukan gerilya. Ajaran yang diwariskannya menekankan perpaduan antara olah raga, olah batin, keimanan, dan pembentukan budi pekerti luhur. [end/suf]





Komentar (0)