Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), mencatat produksi minyak bumi sebesar 467 ribu barel per hari (MBOPD) secara year to date hingga September 2026.
Berdasarkan laporan kinerja operasional PHE, produksi migas mencapai 945 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Angka itu terdiri dari produksi minyak 467 MBOPD dan gas 2.762 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan capaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan menjaga keberlanjutan produksi, sekaligus memperkuat ketahanan cadangan lewat eksplorasi berkelanjutan.
“Kami akan terus mengoptimalkan kegiatan produksi, eksploitasi, serta perawatan sumur untuk memastikan target operasional hingga akhir tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja,” ujar Hermansyah dalam keterangan resmi, Senin (2/11).
Eksplorasi dan CadanganDi sisi eksplorasi, PHE menyelesaikan pemboran 14 sumur eksplorasi, survei seismik 2D seluas 3.320 km, dan survei seismik 3D seluas 4.197 km².
PHE juga menemukan sumber daya contingent 2C sebesar 333 juta barel setara minyak (MMBOE), terdiri dari 206 MMBOE minyak dan 127 MMBOE gas. Adapun realisasi penambahan cadangan terbukti (P1) mencapai 72 MMBOE.
EksploitasiPada sisi eksploitasi, PHE mengebor 443 sumur, mengerjakan workover di 943 sumur, dan menuntaskan 22.585 pekerjaan well services.
Hermansyah menegaskan PHE akan terus mengoptimalkan pengelolaan aset hulu migas melalui percepatan program pengeboran, penerapan teknologi, dan peningkatan efisiensi operasi, agar memberi nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan dan negara.






Komentar (0)