Impor Minyak RI Melonjak 37% Jadi US$ 32,57 M hingga September 2026

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor minyak hingga mencapai US$ 32,57 miliar sepanjang Januari hingga September 2026, melonjak 37,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai tersebut terdiri dari impor minyak mentah sebesar US$ 8,69 miliar dan hasil minyak mencapai US$ 23,88 miliar.

Berdasarkan data BPS, volume impor minyak mentah selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 13,25 juta ton. Sedangkan volume impor hasil minyak tercatat jauh lebih besar, yakni 28,59 juta ton.

“Minyak mentah impornya itu volumenya 13,25 juta ton, nilainya US$ 8,69 miliar; sedangkan impor hasil minyak dari Januari sampai dengan Agustus volumenya 28,59 juta ton dan nilainya itu US$ 23,88 miliar,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/11).

Jika digabungkan, total volume impor kedua kelompok komoditas tersebut mencapai 41,84 juta ton, dengan nilai sebesar US$ 32,57 miliar.

BPS mencatat Impor Indonesia secara keseluruhan sepanjang Januari-September 2026 melonjak 19,67% mencapai US$ 210 miliar. Kenaikan ini, terutama disumbangkan oleh impor nonmigas asal Cina yang mencapai US$ 76,16 miliar. 

Ateng menuturkan, Cina menjadi negara asal impor nonmigas terbesar Indonesia. Impor dari negara ini didominasi mesin dan perlengkapan elektrik atau kode HS 85. 

“Impor nonmigas dari Tiongkok terutama didominasi oleh impor mesin peralatan elektrik atau HS 85 dengan share 22,13% dan tumbuh cukup tinggi, yaitu 27,83% secara c-to-c-nya,” kata Ateng. 

BPS mencatat, kenaikan impor Indonesia secara kumulatif terjadi pada komoditas migas maupun nonmigas. Impor migas tercatat sebesar US$ 32,57 miliar atau melonjak 37,35%. Sedangkan impor nonmigas mencapai US$ 178,06 miliar atau meningkat 16,92%. 

Selain Cina, Jepang dan Australia juga menjadi negara pemasok utama barang impor nonmigas Indonesia. Jika diakumulasikan, ketiganya menyumbang 52,94% dari total impor nonmigas nasional.

Impor nonmigas dari Jepang tercatat sebesar US$ 104,04 miliar yang didominasi mesin dan peralatan mekanik atau HS 84. Sementara itu, impor nonmigas dari Australia mencapai US$ 8,07 miliar, terutama berupa logam mulia dan perhiasan atau permata. 

Adapun khusus pada September 2026, total impor Indonesia mencapai US$ 24,23 miliar atau meningkat 18,41% secara tahunan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sinopsis Animals 2026, Film Thriller Politik yang Diperankan Ben Affleck
• 12 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Maut di Jalan Cut Mutia Bekasi: Truk Molen Hantam Halte, 6 Meninggal Dunia
• 12 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Kaji Kenaikan Penghasilan Bebas Pajak, Dinilai Bantu Kelas Menengah
• 47 menit lalu
0
thumb
Gunung Anak Krakatau Siaga Level III, Wisatawan Hingga Warga Pesisir Diminta Jangan Mendekat
• 23 jam lalu
0
thumb
Film Merah Sebelum Fajar Karya Garin Nugroho Tembus Kompetisi Utama Festival Film Tokyo 2026, Sutradara Menangis Usai Penayan
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.