Perluas Gerakan Literasi Digital, Zigid Indonesia Gandeng Akademisi FIB Unhas Dr. Sumarlin Rengko

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Zona Inovasi dan Gerakan Literasi Digital (Zigid Indonesia) kembali memperkuat jajaran Dewan Penasihat dengan menggandeng akademisi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin sekaligus pemerhati literasi, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., pada 2 November 2026.

Bergabungnya Dr. Sumarlin Rengko diumumkan melalui akun Instagram resmi Zigid Indonesia, @zigid.indonesia. Kehadiran akademisi FIB Unhas tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Zigid Indonesia dalam memperluas jejaring kolaborasi dengan akademisi, tokoh literasi, serta berbagai elemen masyarakat.

Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Zigid Indonesia untuk membangun gerakan literasi digital yang tidak hanya berorientasi pada kecakapan teknologi, tetapi juga mendorong penguatan budaya literasi, kemampuan berpikir kritis, serta lahirnya gagasan-gagasan inovatif di tengah perkembangan era digital.

Sebelumnya, pada 27 April 2026, Zigid Indonesia juga telah menggandeng tokoh literasi nasional Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos., M.M., untuk bergabung dalam jajaran Dewan Penasihat.

Dengan bergabungnya Dr. Sumarlin Rengko, Zigid Indonesia kini semakin memperluas perspektif keilmuan dan pengalaman yang diharapkan dapat memperkuat arah serta program-program gerakan literasi digital yang dikembangkan ke depan.

Founder Zigid Indonesia, Muhammad Nur Rasul, mengatakan kehadiran kedua tokoh tersebut dalam jajaran Dewan Penasihat merupakan sebuah kehormatan sekaligus penguatan strategis bagi perjalanan kelembagaan Zigid Indonesia.

Menurutnya, bergabungnya Bachtiar Adnan Kusuma dan Dr. Sumarlin Rengko bukan sekadar penambahan figur dalam struktur organisasi. Lebih dari itu, keduanya diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran, pengalaman, serta perspektif keilmuan dalam membangun gerakan literasi yang memiliki fondasi kuat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kehadiran dua tokoh ini tentu menjadi energi dan motivasi baru bagi kami di Zigid Indonesia. Kami meyakini bahwa pengalaman, pemikiran, serta kontribusi keduanya dapat memberikan warna tersendiri dalam perjalanan gerakan ini,” ungkap Muhammad Nur Rasul.

Ia menegaskan, Zigid Indonesia tidak ingin berhenti sebagai sebuah komunitas, tetapi terus berkembang menjadi gerakan yang memiliki gagasan, arah, dan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan literasi di era digital.

“Kami tidak ingin Zigid Indonesia hanya menjadi sebuah komunitas, tetapi tumbuh menjadi gerakan yang memiliki gagasan, arah, dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Muhammad Nur Rasul berharap keterlibatan tokoh literasi nasional dan akademisi FIB Universitas Hasanuddin tersebut dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara komunitas, perguruan tinggi, dunia pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat.

Kolaborasi tersebut, kata dia, penting untuk membangun ekosistem literasi yang lebih kuat sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin kritis dan bijak dalam menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital.

“Literasi adalah fondasi kemajuan peradaban. Karena itu, kami ingin menghadirkan gerakan yang tidak hanya berbicara tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun kesadaran berpikir kritis, kecakapan digital, serta keberanian generasi muda dalam melahirkan gagasan dan inovasi,” tambahnya.

Dengan semakin kuatnya jajaran Dewan Penasihat dan terbukanya jejaring kolaborasi lintas sektor, Zigid Indonesia diharapkan mampu memperluas gerakan literasi digital sekaligus menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah transformasi digital yang terus berkembang. (mgs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Iran Ajukan 7 Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Ini Rinciannya
• 9 jam lalu
0
thumb
BPS perkirakan produksi beras di Jateng pada 2026 capai 5,14 juta ton
• 4 jam lalu
0
thumb
Emas Antam Naik Rp5.000 Hari Ini, Segini Harga Terbaru Per 1 Gram
• 12 jam lalu
0
thumb
Investor Pasar Modal RI Tembus 33,4 Juta, BEI Lirik Potensi Pendanaan Besar
• 9 jam lalu
0
thumb
Kapolri Larang Polisi Pakai Vape, Sanksi Disiplin dan Pidana Menanti
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.