Dr. Wara Pratitis Sabar Suprayogi, S.Pt., M.P., berhasil meraih gelar Doktor (S-3) Ilmu Pertanian minat Peternakan. Putri sulungnya, Salma Aulia Rahma, M.Pt., menuntaskan pendidikan Magister (S-2) Peternakan dan putra bungsunya, Ihsan, menyandang gelar Sarjana (S-1) dari Program Studi (Prodi) Teknik Kimia.
Keberhasilan ketiganya sangat istimewa karena dapat merayakan capaian puncak akademik bersamaan di almamater yang sama. Perjalanan pendidikan keluarga ini berakar dari komitmen belajar yang kuat dan saling menopang.
Wara, merupakan dosen di lingkungan UNS sekaligus ibu dari empat anak. Dia berupaya menanamkan pentingnya pendidikan tinggi melalui keteladanan nyata dalam keseharian.
Dia menyebut motivasi terbaik bagi anak-anak bukan sekadar petuah verbal, melainkan pembuktian langsung di hadapan mereka. Anak-anak menyaksikan perjuangan sang ibu yang tetap berkomitmen menuntaskan studi doktoral meski usia telah melewati 50 tahun.
“Anak-anak melihat sendiri bagaimana saya membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan pendidikan. Saya lebih banyak memberikan motivasi melalui contoh daripada sekadar menyuruh mereka melanjutkan sekolah,” ungkap Wara dikutip dari laman uns.ac.id, Senin, 2 November 2026.
Menariknya, fase penyelesaian tugas akhir berlangsung beriringan di rumah mereka. Wara merampungkan naskah disertasi di lantai bawah rumah, sementara anak-anaknya fokus menuntaskan tesis dan skripsi di lantai atas.
Baca Juga :
BPS: Cuma 11,30 Persen Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Tamat KuliahSeorang ibu, Wara Pratitis Sabar Suprayogi, wisuda bareng dua anaknya, Salma Aulia Rahma dan Ihsan, dari UNS. DOK UNS
Salma Aulia Rahma tidak pernah menyangka momentum kelulusannya dapat bertepatan dengan sang ibu dan adiknya. Setelah berumah tangga, Salma sempat menunda fokus studinya demi mendampingi sang suami menyelesaikan jenjang magister manajemen.
“Saya sempat memprioritaskan untuk mendukung suami menuntaskan studinya terlebih dahulu. Setelah suami lulus sekitar satu setengah tahun lalu, saya kembali berfokus menyelesaikan studi S-2,” ujar Sekretaris Yayasan Indonesia Membangun Surakarta itu.
Salma berencana melanjutkan studi ke jenjang doktoral setelah menekuni bidang peternakan sejak jenjang sarjana. Bagi dia, prosesi wisuda bersama ibu dan adik menjadi motivasi berharga untuk terus memajukan kapasitas diri.
Berbeda dengan ibu dan kakaknya yang menekuni bidang peternakan, Ihsan Hafidz Salim memilih menekuni rumpun rekayasa di Teknik Kimia. Pilihan ini menjadi warna tersendiri di tengah tradisi keilmuan keluarga.
Ihsan berhasil menuntaskan studi sarjananya tepat waktu selama empat tahun dengan predikat cum laude. “Saya merasa sangat senang karena tidak pernah membayangkan bisa wisuda bersama keluarga sendiri. Apalagi, kami bertiga sama-sama hadir sebagai wisudawan,” tutur Ihsan bangga.
Kisah keluarga Wara membuktikan pendidikan tinggi dapat diraih harmonis melalui keteladanan, kedisiplinan, dan dukungan keluarga. Momen wisuda lintas generasi ini menegaskan semangat menuntut ilmu tidak mengenal batas usia dan kesibukan hidup.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Ibu dan Dua Anak Wisuda Bareng di UNS, Raih S-3, S-2, dan S-1 Klik untuk baca: https://www.medcom.id/pendidikan/inspirasi-pendidikan/aNr1ByaK-ibu-dan-dua-anak-wisuda-bareng-di-uns-raih-s-3-s-2-dan-s-1
(REN)






Komentar (0)