HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – PT Asa Panca Cipta Optima (APCO) melalui unit bisnis Pestigo mencatat sejumlah pencapaian setelah empat tahun beroperasi di industri jasa pengendalian hama di Indonesia. Termasuk melayani lebih dari 8.000 pelanggan, didukung 300 karyawan, serta membukukan pertumbuhan keuntungan hingga 60 persen.
Perusahaan yang memperingati hari ulang tahun (HUT) keempat pada Senin (2/11/2026) itu mengusung tema “4everExcellence” sebagai momentum evaluasi perjalanan bisnis sekaligus memperkuat komitmen untuk mengembangkan perusahaan secara berkelanjutan.
Selama empat tahun beroperasi, Pestigo telah memperluas jangkauan layanan melalui tujuh cabang strategis yang melayani lebih dari 20 wilayah di Indonesia.
General Manager Pestigo sekaligus Co-Founder APCO, Sulkifly Baro, mengatakan perjalanan perusahaan sejak awal tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama dalam mengelola kebutuhan modal dan menjaga arus kas operasional.
Menurutnya, pada masa awal berdiri, perusahaan harus mengoptimalkan sumber daya secara mandiri serta menerapkan pengelolaan keuangan secara ketat agar kegiatan operasional tetap berjalan.
Sulkifly menyebut berbagai tantangan tersebut menjadi bagian dari proses membangun perusahaan dengan mengedepankan integritas, tanggung jawab, dan nilai-nilai spiritual.
“Pencapaian luar biasa dari perusahaan yang terhitung masih ‘balita’ ini berhasil kami raih karena kami tidak berjalan sendiri. Ketika kami memutuskan untuk memuliakan Tuhan dalam setiap keputusan, termasuk dalam mengelola tanggung jawab tata kelola modal dengan jujur, fondasi kami justru semakin dikokohkan,” ujar Sulkifly.
Ia menambahkan, empat filosofi perusahaan menjadi pedoman dalam mengembangkan bisnis sekaligus membangun hubungan dengan karyawan dan para pemangku kepentingan.
Keempat prinsip tersebut meliputi memuliakan Tuhan dalam setiap aktivitas perusahaan, mendukung pengembangan sumber daya manusia, memberikan layanan berkualitas, serta membangun keuntungan bersama seluruh pihak yang terlibat dalam bisnis.
Dalam penerapannya, perusahaan memandang kesejahteraan dan pengembangan karyawan sebagai bagian penting dari pertumbuhan usaha, sekaligus berupaya menjaga kualitas layanan dan tata kelola keuangan.
“Empat pilar filosofi inilah yang menuntun kami tumbuh secara sehat dan memberikan dampak batin yang positif bagi seluruh tim,” kata Sulkifly.
Siapkan Empat Prioritas Pengembangan pada 2027Memasuki 2027, manajemen Pestigo menyiapkan sejumlah agenda pengembangan yang berfokus pada keberlanjutan bisnis, peningkatan kesejahteraan karyawan, penguatan kemitraan, dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Salah satu prioritasnya adalah memperkuat keyakinan para pendiri dan keluarga mereka bahwa keputusan membangun Pestigo merupakan langkah yang memberikan nilai positif dalam jangka panjang.
Perusahaan juga berkomitmen membuka kesempatan pengembangan karier bagi karyawan, termasuk peluang menduduki posisi strategis seiring pertumbuhan organisasi.
Di sisi kemitraan, Pestigo ingin memperkuat hubungan dengan para pemasok atau supplier melalui kerja sama yang saling menguntungkan serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan pekerja di kedua belah pihak.
Sementara itu, kontribusi terhadap bangsa akan diwujudkan melalui pembukaan lapangan kerja dan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan.
Perkuat Kedekatan dengan PelangganSelain mengembangkan organisasi dan kemitraan, Pestigo juga berencana memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui strategi Customer Intimacy atau pendekatan yang mengutamakan kedekatan dengan konsumen.
Melalui strategi tersebut, perusahaan ingin memperluas perannya agar tidak hanya dikenal sebagai penyedia jasa teknis pengendalian hama, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi rumah tangga maupun pelaku usaha.
Pendekatan ini diarahkan untuk menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, sekaligus membangun hubungan jangka panjang berdasarkan kepercayaan.
APCO Kembangkan Lima Pilar BisnisSebagai induk usaha, PT Asa Panca Cipta Optima (APCO) disebut telah mengembangkan ekosistem bisnis yang mencakup lima lini usaha strategis.
Pestigo menjadi unit bisnis yang bergerak di bidang jasa pengendalian hama profesional untuk kebutuhan komersial, industri, dan residensial.
Selain Pestigo, APCO juga menaungi AJM sebagai unit bisnis pendukung ekosistem grup, Perisai Bangsa yang bergerak di bidang pelayanan pengamanan dan proteksi khusus, serta Nako Arena di sektor pengelolaan fasilitas olahraga dan gaya hidup.
Pilar lainnya adalah Entech Indonesia yang berfokus pada pengembangan teknologi higienitas dan sanitasi lingkungan terpadu.
Melalui pengembangan berbagai lini usaha tersebut, APCO menargetkan pertumbuhan bisnis yang didukung tata kelola bertanggung jawab, integritas, serta layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan masyarakat. (*)






Komentar (0)