Boikot Mbappe Berlanjut, China Tolak Tayangkan Real Madrid

cnbcindonesia.com
58 menit lalu
Cover Berita
Foto: Kylian Mbappe merayakan kemenangan usai pertandingan yang memastikan Prancis lolos ke babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah mengalahkan Maroko pada perempat final di Boston Stadium, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (9/7/2026). (REUTERS/Paul Childs)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontroversi yang melibatkan bintang sepak bola Kylian Mbappe berbuntut panjang di China. Stasiun televisi pemerintah China, China Central Television (CCTV), dilaporkan tidak menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander dalam lanjutan kompetisi La Liga pada Minggu (1/11/2026).

Melansir Channel New Asia, keputusan tersebut diduga berkaitan dengan pernyataan Mbappe yang menyinggung mantan pemimpin China, Mao Zedong. Komentar pemain asal Prancis itu memicu kemarahan publik hingga membuat otoritas penyiaran China mengambil langkah tegas.

Baca: Pulau Mungil 500 Penduduk Jadi Surga Kasino-Bordil, Kini Jadi Rebutan

Pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander yang dimulai pukul 15.15 GMT atau pukul 22.15 waktu Indonesia itu tidak disiarkan melalui dua saluran olahraga CCTV.


Bahkan, pertandingan tersebut juga tidak ditemukan dalam tayangan langsung di Migu, layanan streaming digital milik perusahaan telekomunikasi negara, China Mobile.

Sebelumnya, sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan Mbappe menyebut Mao sebagai seorang diktator ketika menceritakan meme internet yang menurutnya paling lucu tentang dirinya.

Baca: Kronologi Ramai-Ramai Perusahaan China "Haramkan" Mbappe, Ini Sebabnya

Dalam video tersebut, Mbappe mengatakan wajahnya pernah diedit dan ditempelkan pada foto seorang tokoh yang ia sebut sebagai diktator China. Pernyataan itu diduga merujuk pada meme yang menampilkan wajah Mbappe dengan gambar Mao Zedong.

Komentar tersebut langsung menuai reaksi negatif di China. Pasalnya, Mao merupakan figur sejarah yang sangat sensitif dalam politik negara tersebut.

Mbappe dan Real Madrid Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah kontroversi berkembang, Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya yang dinilai tidak tepat.

La Liga juga menyatakan penyesalan mendalam, sementara Real Madrid turut menyampaikan permintaan maaf kepada publik China.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan menanggapi serius permintaan maaf yang disampaikan Mbappe.

Sebelumnya, China Media Group (CMG), lembaga yang menaungi CCTV, mengumumkan penghentian sementara siaran pertandingan La Liga. Pihaknya menegaskan bahwa permintaan maaf dari La Liga, Mbappe, dan Real Madrid merupakan prasyarat mutlak untuk menyelesaikan polemik tersebut.

Meski ketiganya telah menyampaikan permintaan maaf, belum diketahui apakah pembicaraan untuk meredakan ketegangan sudah dimulai.

Dampak Kontroversi Meluas ke Sponsor

Persoalan ini juga berdampak pada hubungan komersial Mbappe dengan sejumlah perusahaan di China. Beberapa merek besar dilaporkan membatalkan kesepakatan sponsor dengan pemain tersebut setelah pernyataannya menjadi sorotan.

China sendiri merupakan salah satu pasar penting bagi sepak bola Eropa. Selain La Liga, CCTV juga menayangkan pertandingan dari Liga Inggris, Bundesliga Jerman, Ligue 1 Prancis, dan Serie A Italia.

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, sebelumnya mengatakan bahwa klub telah melakukan bagiannya untuk menyelesaikan kontroversi tersebut.

Sensitivitas terhadap pernyataan mengenai Mao Zedong tidak terlepas dari posisinya dalam sejarah dan politik China. Mao meninggal dunia pada 1976, sementara kebijakan-kebijakannya selama memimpin negara itu masih menjadi perdebatan sejarah, termasuk terkait kelaparan massal yang menewaskan jutaan orang.

Insiden Mbappe bukan kali pertama dunia olahraga menghadapi ketegangan akibat isu politik sensitif di China. Pada 2019, hubungan China dengan NBA sempat terputus selama beberapa tahun setelah Daryl Morey, yang saat itu menjabat sebagai manajer umum Houston Rockets, menyampaikan dukungan kepada demonstran Hong Kong.

Kontroversi ini kembali memperlihatkan bagaimana pernyataan seorang atlet internasional dapat berdampak jauh melampaui lapangan pertandingan, termasuk terhadap hubungan bisnis, sponsor, dan hak siar olahraga.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kosmetik Lokal Naik Kelas, BPOM Dukung Inovasi Kampus & UMKM

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terdampak Karhutla, 9 Orang Utan Dievakuasi ke Suaka Margasatwa Lamandau
• 19 jam lalu
0
thumb
Sinopsis Drama Korea One of a Kind Romance, Kisah Joy Red Velvet Banting Setir jadi Manajer Aktor dengan Trauma Psikologis
• 18 jam lalu
0
thumb
Asap Karhutla Mereda, Dampak Kesehatan Jangka Panjang Masih Mengintai
• 19 jam lalu
0
thumb
Wamen HAM: Indonesia Emas 2045 Tak Cukup Hanya Kejar Pertumbuhan Ekonomi
• 15 jam lalu
0
thumb
Sepatu Basah karena Hujan? Ini 5 Cara Mengeringkannya agar Tidak Bau
• 23 menit lalu
0
Berhasil disimpan.