Propam Turun Tangan Usai Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Jumlah Polisi yang Diperiksa Masih Misteri

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Propam Mabes Polri dan Polda Jawa Tengah tengah memeriksa anggota polisi yang terlibat dalam penggerebekan Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Qur'an di Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng).

Pemeriksaan tersebut dikonfirmasi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Yuliyantom

Baca Juga :
Polisi Masih Nekat Nge-Vape Siap-siap! Kapolri Ancam Sanksi hingga Pidana
AKBP Edy Herwiyanto Diperiksa Propam soal Dugaan Korupsi, Polri Tegaskan Ayah Wali Kota Kediri Itu Tak Kebal Hukum

"Propam Mabes dan Polda sedang melakukan pemeriksaan," kata Yuliyanto, Senin (2/11/26).

Namun, Yuliyanto belum dapat memastikan jumlah personel yang tengah menjalani pemeriksaan. Dia menyebut proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga jumlah anggota yang diperiksa masih bisa berubah.

"Belum selesai, jumlah dinamis ya," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Inspektur Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan akhirnya mengungkap awal mula penggerebekan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Mojolaban, Sukoharjo, dan Karanganyar yang menjadi sorotan publik.

Roy menjelaskan, penggerebekan tersebut bukan dilakukan tanpa dasar. Polisi bergerak setelah mengembangkan penyidikan kasus pembakaran warung Mi Babi di Kabupaten Sukoharjo pada (12/9/26).

"Fakta-fakta yang yuridis. Jadi kalau kita bicara tentang kasus pembakaran eh Warung Mi Babi, kita berangkat dari kasus itu," katanya, Jumat (30/10/26).

Dari pengembangan kasus tersebut, petugas kemudian melakukan penggerebekan dan menemukan sejumlah barang mencurigakan di dalam lingkungan ponpes. Barang-barang yang diamankan antara lain berbagai jenis senjata tajam, mulai dari celurit, parang, samurai, sangkur, pisau kecil hingga pisau lipat.

Polisi juga menemukan busur panah, satu pegangan panah, botol spiritus, cairan asam kuat (strong acid), drone, kamera CCTV, HT mini, hingga teleskop ponsel.

Selain itu, terdapat solder, satu rol kabel listrik, selotip putih, gergaji, tang, catut, kunci Inggris kecil, cangkul kecil, serta 11 cable ties.

Petugas turut mengamankan kotak amunisi berwarna hijau bergambar bendera tauhid, satu tas senapan, dan pelat nomor sepeda motor bertanda AD 6773 BTT. Roy mengatakan, temuan berbagai barang tersebut akan didalami lebih lanjut dalam proses penyidikan.

"Terlepas setelah kita temukan ada barang bukti lain yang, yang banyak senjata tajam yang tadi sudah kita sampaikan itu, itulah nanti proses dalam penyidikan," kata dia.

Baca Juga :
Jabatan Mentereng yang Pernah Diemban AKBP Edy Herwiyanto Meskipun Bukan Akpol
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Jadi Sorotan, Anggota DPR Usul Pembentukan TGPF
Usai Gerebek Anggota DPRD di Jawa Timur Pesta Narkoba, 7 Polisi Polrestabes Surabaya Malah Kena Mutasi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Demo Gen Z di Jerman Rusuh di Mana-mana hingga Picu Penjarahan
• 17 jam lalu
0
thumb
IPW Dukung Polisi Usut Pembakaran Warung Mie di Sukoharjo, Ingatkan Akuntabilitas
• 18 jam lalu
0
thumb
Mal Ciputra Tangerang Gelar OMD FARM hingga 22 November 2026, Ini Aktivitasnya
• 20 jam lalu
0
thumb
Huawei Luncurkan Empat Solusi O&M Berbasis AI untuk Tingkatkan Efisiensi Industri
• 7 jam lalu
0
thumb
Sosro ajak generasi muda terlibat dalam aksi bersih pantai di Ancol
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.