Siswa Naik Kuda ke Sekolah Saat BBM di Pulau Rote Langka

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Warga Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur kerap mengalami kelangkaan bahan bakar minyak lantaran rantai distribusi yang panjang dan melewati berbagai kendala. Siswa di pulau paling selatan Indonesia itu pun sering kali batal ke sekolah ketika bahan bakar di desa mereka kosong.

Solfret Denol Ledoh, siswa kelas XI SMAN 1 Rote Barat Laut, yang dihubungi melalui telepon, Senin (2/10/2026), mengatakan, saat ini, kuda miliknya menjadi alternatif transportasi ke sekolah. "Saya tetap mau ke sekolah. Jadi kalau BBM (bahan bakar minyak) habis, saya langsung pakai kuda ke sekolah," katanya.

Denol tinggal di Dusun Oemilan Timur, Desa Saindule, Kecamatan Rote Barat Laut. Ia tak menghitung jarak tempuh perjalanan dari rumah ke sekolah. Yang dia ingat adalah waktu tempuh menggunakan sepeda motor sekitar 10 menit. Jika menggunakan kuda menjadi sekitar 30 menit.

Di daerah itu memang banyak kuda. Namun seiring hadirnya kendaraan bermotor, kuda tidak lagi digunakan sebagai alat angkut manusia atau barang. Kini kuda dipelihara untuk tampil dalam acara tertentu. "Nanti pas hus baru keluar," ujarnya.

Hus adalah semacam festival. Parade kuda massal. Kuda dan penunggangnya dihiasi. Ada tim yang menilai kuda mana yang layak jadi juara. Hus digelar sebagai syukuran atas hasil panene. Biasanya bulan Juni hingga Juli setiap tahun.

Beberapa pekan lalu, ketika BBM di desa mereka kosong, Denol menggunakan kuda ke sekolah. Kuda dihiasi ornamen seperti pada saat hus. Kuda berlari kencang di jalanan, berbelok masuk ke halaman sekolah, lalu diikat di sana.

Kehadiran kuda jadi pemandangan yang berbeda. Guru-guru dan siswa terkejut dengan kedatangan kuda. "Saya pikir, mereka akan bully saya karena naik kuda. Mungkin dianggap primitif. Kenyataannya tidak. Mereka jadikan saya dan kuda sebagai konten. Saya dipuji," katanya.

Baca JugaPertalite Langka, Angkutan Perdesaan di NTT Berhenti Beroperasi
Sebagian besar absen

Gunex Lerebulan, Wali Kepala SMAN 1 Rote Barat Laut mengatakan, ketika BBM langkah, sebagian besar siswa tidak ke sekolah. Hampir semua siswa tinggal jauh dari sekolah, dan mereka mengandalkan seperti motor atau mobil bak terbuka sebagai alat angkutan.

Serial Artikel

Ibuku, Perempuan dari Pulau Rote

Ia rindu lagu tradisional Rote ”Ova Langga”, rindu pada suara petikan sasando bercampur debur ombak Pantai Nembrala.

Baca Artikel

"Pernah ketika BBM langka itu, siswa yang datang ke sekolah hanya 150 orang dari total keseluruhan siswa 1.163 orang. Guru-guru juga sebagian besar tidak datang. Kondisi semacam ini sering terjadi," katanya.

Menurut Gunex, siswa yang datang menggunakan kuda tidak hanya satu. Beberapa yang memiliki kuda di rumah, untuk sementara mereka gunakan sebagai alat angkut. Sekolah tidak melarang mereka mengikat kuda di halaman.

Ia menuturkan, kelangkaan BBM di Rote seolah lagu wajib setiap tahun. Mereka harus antre selama berjam-jam. Bahkan ada warga yang sampai harus menginap di dekat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Di Rote terdapat lima SPBU yang beroperasi pagi sampai petang. Kendati SPBU bertambah dari tahun ke tahun, kelangkaan BBM masih terus terjadi. "Itu yang bikin kami heran. Ini berarti, ada pihak-pihak tertentu yang bermain," ucapnya.

Rote, pulau terselatan itu belum memiliki depo Pertamina. BBM yang dijual di sana dikirim menggunakan mobil tangki dari depo Pertamina di Kupang. Mobil tangki BBM diangkut kapal feri dari Pelabuhan Kupang dengan waktu tempuh paling cepat empat jam. Jika cuaca buruk, bisa lebih lama.

Jalur penyeberangan Kupang-Rote merupakan salah satu lintasan pelayaran terekstrem di NTT. Perairan itu sering kali dilanda gelombang tinggi ketika musim barat mulai Desember hingga awal Maret, kemudian musim timur dari Mei sampai September. Demi keselamatan, otoritas pelabuhan sering kali membatalkan pelayaran.

Baca JugaPertalite Sempat Langka di Kupang, Distribusi BBM Pulau Timor Berangsur Normal

Terkait belum hadirnya depo Pertamina di Pulau Rote, Ahad Rahedi Area Manager Communication, Relations dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus yang dikonfirmasi, memberikan respons. Termasuk seputar kebutuhan BBM di Rote.

”Sejauh ini tidak ada rencana pembangunan depo pertamina di Rote, pengiriman ke wilayah Rote dari Integrated Terminal Tenau (Kupang). Saat ini realisasi di wilayah Rote Pertalite 15.000 liter per hari sedangkan untuk Bio Solar 6.000 liter per hari,” kata Ahad.

Kelangkaan BBM yang sering terjadi di Pulau Rote perlu segera dicarikan jalan keluarnya. Dengan jumlah penduduk sekitar 150.000 jiwa dan berada di beranda negeri, Pertamina perlu mempertimbangkan untuk menghadirkan depo di sana.

Serial Artikel

”Sonde” Bisa Berpaling dari Rote

Rote Ndao punya nyaris segalanya yang memanjakan mata, dari laut biru hingga senja jingga. Kendati banyak destinasi tersembunyi, ”healing” terasa paripurna di sana.

Baca Artikel


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Metabolisme Manusia Hasilkan Dua Miliar Ton Karbon Dioksida Setiap Tahun
• 6 jam lalu
0
thumb
PKP catat realisasi KUR perumahan per 31 Oktober capai Rp29,1 triliun
• 22 jam lalu
0
thumb
Detik-Detik Pencuri Gondol Motor Sekaligus Mobil yang Terparkir | KOMPAS PETANG
• 21 jam lalu
0
thumb
Hasil Marseille Vs Toulouse: Gol Cepat Les Olympiens Tumbangkan La Ville Rose
• 9 jam lalu
0
thumb
Sempat Stres Saat Aurel Hermansyah Nikah, Ashanty Kini Lebih Legawa Lepas Azriel Berkeluarga
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.