Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengutamakan jalur diplomasi dengan Iran meski mendapat desakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera melanjutkan serangan militer setelah pemilu sela AS pada Selasa mendatang.
Menurut laporan media Axios, Minggu, 1 November 2026, mengutip sejumlah sumber AS dan Israel yang mengetahui percakapan tersebut, Netanyahu mendesak Washington melanjutkan operasi militer terhadap Iran tidak lama setelah pemungutan suara.
Desakan itu disampaikan dalam percakapan telepon dengan Trump pada Sabtu. Namun, Trump memilih memberi kesempatan kepada upaya diplomatik yang masih berlangsung.
“Trump lebih memilih membiarkan jalur diplomasi yang sedang berlangsung berlanjut,” demikian laporan Axios yang dikutip TRT World, Senin, 2 November 2026.
Seorang sumber Israel menggambarkan pembicaraan tersebut berlangsung "alot," sementara sumber AS menyebutnya sebagai percakapan yang "langsung." Netanyahu disebut merasa khawatir terhadap pendekatan Trump.
Trump sendiri mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya telah membahas Iran dengan Netanyahu pada Sabtu. Ia menggambarkan percakapan tersebut sebagai pembicaraan yang "sangat baik."
Sebelumnya, Trump menyatakan negosiasi dengan Teheran berjalan baik. Ia juga mengatakan tidak terlalu terburu-buru untuk kembali melancarkan serangan, meski sebelumnya sempat mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan operasi militer setelah 3 November.
Desakan Netanyahu untuk kembali menyerang Iran muncul ketika sejumlah upaya diplomatik tengah dilakukan untuk menghidupkan kembali negosiasi resmi antara Washington dan Teheran.
Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan telah mengirim surat kepada Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei. Surat tersebut membahas kemungkinan dimulainya kembali perundingan resmi kedua negara.
Di sisi lain, mediator Qatar juga menggelar pembicaraan dengan perwakilan Iran untuk memfasilitasi kembalinya negosiasi langsung. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kesepakatan masih belum tercapai. Menurutnya, Teheran masih menunggu jawaban dari pihak AS.
Menurut Axios, Gedung Putih dan kantor perdana menteri Israel menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Baca juga: Netanyahu Minta Israel Bersiap Hadapi Kemungkinan Berakhirnya Bantuan AS





Komentar (0)