Rel Kereta Api Jember-Banyuwangi Tergerus Air, Sejumlah Perjalanan Kereta Dibatalkan

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

MALANG, KOMPAS - Jalur kereta api antara Jember-Banyuwangi di Jawa Timur, Senin (2/11/2026) pagi, untuk sementara waktu belum bisa dilalui menyusul tergerusnya badan rel di petak jalan Ledokombo-Sempolan, Kabupaten Jember, tepatnya di jalur Kilometer 10+0/1. Laporan terjadinya gogosan badan rel itu diterima oleh petugas pukul 06.00 WIB dan hingga berita ini ditulis masih ditangani.

Akibat peristiwa ini, beberapa perjalanan kereta dibatalkan dan tertahan karena belum bisa melintas. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 9 Jember menyesuaikan pola operasi perjalanan kereta menyusul gangguan prasarana di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari penyesuaian, Kereta Api Pandanwangi relasi Jember-Ketapang yang sebelumnya tertahan di Stasiun Kalisat, Jember, terpaksa dibatalkan. Pembatalan juga dilakukan terhadap Kereta Pandanwangi dari Ketapang ke Jember yang akan berangkat pukul 10.00.

Sedangkan Kereta Tawangalun relasi Ketapang-Malang yang tertahan di Stasiun Kalibaru, Banyuwangi, mengalami pembatalan sebagian perjalanan antara Kalibaru-Kalisat. Sesampainya di Stasiun Kalisat, perjalanan Tawangalun menuju Malang menggunakan rangkaian Kereta Pandanwangi.

Sedangkan Kereta Logawa tujuan Purwokerto, untuk sementara masih tertahan di Stasiun Kalibaru sampai kondisi petak jalan dinyatakan aman untuk dilalui. Hal serupa dilakukan pada Kereta Api Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan yang saat ini tertahan di Stasiun Glenmore, Banyuwangi.

Adapun Kereta Pandalungan relasi Jember-Gambir, tetap diberangkatkan sesuai jadwal pukul 09.00. ”Pengaturan perjalanan dilakukan berdasarkan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan pada masing-masing lintas,” kata Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro.

Menurut Cahyo, untuk Kereta Tawangalun yang tertahan di Stasiun Kalibaru, Banyuwangi, PT KAI telah menyiapkan bus pengganti untuk mengangkut penumpang menuju Stasiun Kalisat. Penumpang Tawangalun juga mendapatkan servis recovery sesuai ketentuan. Sedangkan untuk penumpang Kereta Pandanwangi yang dibatalkan, PT KAI memberikan pengembalian tiket 100 persen kepada seluruh penumpang.

Luapan air

Menurut Cahyo, gogosan dipicu oleh luapan air yang mengakibatkan tergerusnya pasir, kerikil, dan batu koral di bagian bawah rel. PT KAI Daop 9 pun langsung menuju lokasi untuk menangani masalah tersebut. “PT KAI Daop 9 bergerak cepat menangani gogosan tanah yang terjadi di KM 10+0/1 pada petak jalan Ledokombo (LDO)–Sempolan (SPL),” ujarnya.

Menurut Cahyo, sebagai langkah antisipasi, KAI Daop 9 Jember segera melakukan penanganan darurat dengan memberikan Semboyan 3 sebagai tanda kondisi bahaya. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan penumpang serta perjalanan kereta api yang melintasi wilayah terdampak.

Menurut Cahyo, keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat pada prasarana perkeretaapian. Penerapan prosedur keselamatan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya sekaligus memastikan kondisi jalur ditangani sebelum dapat dilalui kembali.

Baca JugaJalur Rel di Cianjur Longsor, Perjalanan Kereta Dibatalkan

Beberapa langkah perbaikan di lokasi terdampak yang dilakukan, antara lain pembersihan material yang mengganggu badan rel, penguatan tebing, penimbunan ballast baru, serta pemasangan penahan gogosan berupa tanggul untuk membantu menahan gerusan tanah dan menjaga kestabilan jalur.

“Seluruh proses penanganan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan ketelitian dalam memastikan kondisi prasarana. Pemantauan secara intensif juga dilakukan untuk mengevaluasi kondisi jalur serta perkembangan penanganan di lapangan,” katanya.

KAI Daop 9 Jember menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat kejadian tersebut. “Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan upaya perbaikan dan penanganan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, serta keandalan perjalanan kereta api,” katanya.

Dihubungi secara terpisah, Lina (40), salah satu penumpang kereta asal Jember yang sedang menuju ke Banyuwangi untuk bekerja, membenarkan peristiwa tersebut. Lina naik kereta Pandanwangi berangkat dari Stasiun Jember pukul 05.10.

Namun, kereta tersebut berhenti di Stasiun Kalisat pukul 06.00 lantaran ada informasi longsor. “Katanya nunggu sampai jam 07.00 karena ada longsor di jalur Sempolan-Ledokombo. Ternyata sampai jam 08.00 kereta tidak jadi berangkat, dibatalkan,” ujar Lina yang batal berangkat ke Banyuwangi.

Baca Juga10 Jam Anjlok di Bandung Barat, KA Ciremai Akhirnya Dievakuasi

Lina pun terpaksa kembali ke Jember lagi menggunakan ojek online. Menurut informasi dari teman yang dia terima, di Stasiun Kalibaru, Banyuwangi, juga ada tiga kereta dari Banyuwangi yang mengarah ke barat yang tertahan, yakni kereta Logawa, Sritanjung, dan Tawang Alun.

Disinggung apakah Lina tidak memilih menggunakan moda transportasi darat lainnya, menurutnya di jalur Gumitir (Jember-Banyuwangi melalui pegunungan juga ada longsor). Begitu pula dari arah Ijen, juga terdapat titik longsor dan pohon tumbang. “Hujannya memang cukup lama. Di Jember sendiri hujan turun sejak tadi malam,” katanya. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KSP Resmikan Renovasi SDN di Yogya, Tinjau Pembelajaran Koding dan AI
• 6 jam lalu
0
thumb
Video:RI-Singapura Saling Ketergantungan, DPR Dorong Perkuat Kerjasama
• 11 jam lalu
0
thumb
PKP catat realisasi KUR perumahan per 31 Oktober capai Rp29,1 triliun
• 23 jam lalu
0
thumb
Jeep Wrangler Rubicon 4-Door Tuscadero Dijual Rp2,42 Miliar
• 1 jam lalu
0
thumb
Tentara Venezuela Gempur Kamp Pemberontak Kolombia: 19 Orang Tewas
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.