Masmindo Dwi Area Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Latimojong, 2.264 Warga Terlayani

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID , LUWU – Akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil masih menjadi tantangan tersendiri. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu.

Melalui program Pengobatan dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat (PPKM), perusahaan tambang tersebut mencatat sebanyak 2.264 warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis sepanjang Januari hingga Oktober 2026.

Program yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2022 ini dilaksanakan setiap tiga bulan dengan menyasar desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Memasuki kuartal keempat 2026, MDA kembali menggelar pelayanan kesehatan di 12 desa dengan jumlah penerima manfaat mencapai 601 warga sepanjang Oktober.

Ke-12 desa tersebut meliputi Tibussan, Lambanan, Buntu Sarek, Pajang, Ulusalu, Boneposi, Tolajuk, Tabang, Rante Balla, Tobarru, Kadundung, dan Pangi.

Berdasarkan laporan pelaksanaan program sepanjang 2026, jumlah warga yang mendapatkan pelayanan tercatat sebanyak 597 peserta pada Januari, 443 peserta pada April, 623 peserta pada Juli, dan 601 peserta pada Oktober.

Dalam pelaksanaannya, MDA menerjunkan tim medis yang terdiri atas dokter, perawat, apoteker, serta bidan desa setempat. Tim tersebut mendatangi langsung desa-desa yang menjadi lokasi pelayanan.

Warga kemudian berkumpul di titik pelayanan yang telah ditentukan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan sesuai dengan keluhan masing-masing.

Pola pelayanan jemput bola ini menjadi salah satu upaya mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga yang bermukim di wilayah dengan keterbatasan akses dan harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk menjangkau fasilitas kesehatan.

Lansia Jadi Perhatian

Dari sisi penerima manfaat, kelompok usia lanjut menjadi salah satu kelompok yang paling banyak memanfaatkan layanan tersebut.

Berdasarkan pendataan pada Januari, April, dan Juli 2026, kelompok usia tertua dalam klasifikasi pelayanan tercatat sebanyak 727 peserta atau sekitar 43,7 persen dari total peserta pada ketiga periode tersebut.

Dominasi kelompok usia lanjut juga terlihat pada pelayanan Oktober. Warga berusia di atas 46 tahun tercatat menyumbang sekitar 40,3 persen dari total 601 peserta.

Sementara itu, kelompok anak usia 0–11 tahun juga cukup banyak memanfaatkan layanan dengan jumlah 171 peserta atau sekitar 28,5 persen pada periode Oktober.

Dari hasil pemeriksaan medis, gangguan saluran pernapasan menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan. Secara akumulatif, terdapat 789 kasus gejala gangguan pernapasan yang tercatat selama empat periode pelayanan sepanjang 2026.

Selain itu, sejumlah gangguan kesehatan lain yang banyak dikeluhkan masyarakat meliputi nyeri otot, hipertensi, gangguan kesehatan gigi, hingga sakit kepala.

Temuan tersebut menjadi gambaran kondisi kesehatan masyarakat yang memanfaatkan program PPKM. Data ini sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat edukasi kesehatan dan mendorong pemeriksaan dini, terutama bagi kelompok usia yang membutuhkan perhatian lebih.

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan program PPKM tidak sekadar berorientasi pada pemberian pengobatan gratis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

“Melalui layanan kesehatan gratis ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Deteksi dini menjadi kunci agar potensi penyakit dapat ditangani lebih awal, terutama pada kelompok lansia,” ujar Mustafa.

Dia menambahkan, pelaksanaan program juga memperhatikan berbagai aspirasi dan masukan masyarakat yang dihimpun melalui Forum Desa (Fordes) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu.

Masukan tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk peningkatan akses terhadap layanan kesehatan.

Menurut Mustafa, pendekatan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan perusahaan memberikan manfaat nyata bagi warga di sekitar wilayah operasional.

Melalui pelaksanaan PPKM secara berkelanjutan, MDA berharap masyarakat Latimojong semakin mudah memperoleh layanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan.

Kehadiran tenaga medis secara langsung di desa-desa juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan secara berkala sehingga berbagai potensi gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani lebih dini.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Taliban Protes Rencana AS Deportasi Lebih dari 150 Warga Afghanistan via Pakistan
• 29 menit lalu
0
thumb
Selat Hormuz Jadi Penentu Nasib Ekonomi Timur Tengah pada 2027
• 18 jam lalu
0
thumb
Amakan Pasokan, Rusia Perpanjang Larangan Ekspor Solar hingga Akhir Januari 2027
• 1 jam lalu
0
thumb
Pemilik Toko Warga Negara Tiongkok di Italia Memasang Papan Peringatan Berisi Ancaman Pembunuhan, Kini Diserahkan kepada Proses Hukum
• 5 jam lalu
0
thumb
BMKG prakirakan cuaca di sebagian besar RI hujan ringan pada Senin
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.