Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul QuranNasional | sindonews | Senin, 2 November 2026 - 07:23Dengarkan Berita

Penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah oleh aparat polisi menjadi sorotan Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring. Tifatul mendesak pencopotan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah buntut penggeledahan tersebut.

Menurut Tifatul, tindakan aparat dalam penggeledahan tersebut berlebihan dan tidak pantas, terutama setelah muncul laporan dugaan intimidasi serta perlakuan tidak patut terhadap para santriwati. “Gara-gara isu warung babi, pesantren perempuan Al-Qur’an di Sukoharjo digerebek Polda Jateng. Santriwati di waktu dini hari disuruh keluar tanpa hijab, disuruh tengkurap di lapangan,” tulis Tifatul melalui media sosial akun pribadinya, Minggu (1/11/2026).

Adapun penggerebekan tersebut merupakan pengembangan penyelidikan kasus pembakaran dan perusakan sebuah warung mi babi di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo pada September 2026. Dalam perkara itu, polisi telah menetapkan dua tersangka, salah satunya berinisial AS, sementara satu tersangka lainnya masih buron.

Baca Juga:Baret Merah di Hamparan Sawah: Sepenggal Kisah Jenderal Ternate Saleh Mustafa

Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring.

Baca juga: Mabes Polri Kerahkan Propam Evaluasi Peristiwa Penggeledahan Pesantren Putri di Sukoharjo

Namun, pelaksanaannya menuai sorotan setelah pihak pesantren melaporkan dugaan intimidasi, penggunaan senjata laras panjang, serta tindakan aparat yang dinilai mengabaikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Tifatul mempertanyakan kepemimpinan Kapolda Jawa Tengah dalam menangani persoalan tersebut.

Dia berpendapat bahwa tindakan aparat berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian yang tengah dibangun oleh Kapolri. “Kapolda Jateng, ini dengan bangga berargumen Arogan. Di tengah ademnya Kapolri bangun citra umat Islam, tapi dirusak oleh Kapolda Jateng ini,” tulis Tifatul.

Tifatul juga mendesak Komisi III DPR segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui evaluasi terhadap kepemimpinan Kapolda Jawa Tengah, termasuk tuntutan pencopotannya. Pemeriksaan secara menyeluruh dinilainya perlu untuk memastikan kesesuaian dasar hukum, prosedur penggeledahan, penggunaan kekuatan, serta perlakuan aparat terhadap para santriwati.

Baca Juga:Gunung Semeru Erupsi Lagi, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan hingga Radius 13 Km

Unsur Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri juga dianggap perlu menelusuri kemungkinan pelanggaran prosedur maupun kode etik, termasuk aspek pengawasan dan tanggung jawab pimpinan.

#daerah

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sejarah Baru Padel Indonesia, Timnas Putri Lolos ke FIP World Cup Qatar, Tim Putra Catat Kemenangan Perdana Internasional
• 23 jam lalu
0
thumb
Hasil BRI Super League: Persib Pesta Gol, PSIM Petik Kemenangan Pertama
• 17 jam lalu
0
thumb
BRI Peduli Revitalisasi Posyandu dan Kembangkan Kebun Pangan Perempuan di Sleman
• 20 jam lalu
0
thumb
Polri Sampaikan Empati dan Dalami Penggeledahan Pesantren di Jateng
• 16 jam lalu
0
thumb
KP2MI fasilitasi seleksi calon pekerja migran perhotelan Turkiye
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.