Ketum Santri Indonesia Minta Warga Percaya Proses Hukum Kasus Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Umum Forum Santri Indonesia (Foksi) Muhamad Natsir Sahib meminta masyarakat mempercayakan proses hukum terkait penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng). Ia meminta masyarakat tetap tenang.

Dalam keterangannya seperti dilansir pada Senin (2/11), pria yang akrab disapa Cak Natsir itu menyampaikan setiap tindakan kepolisian tentu didasarkan pada pertimbangan dan kebutuhan dalam proses penegakan hukum. Menurutnya, Polri pada prinsipnya menjalankan tugas untuk mengayomi masyarakat dan bertindak berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Ia juga menyoroti pentingnya legalitas lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, agar memiliki izin resmi sesuai ketentuan. Menurutnya, apabila terdapat indikasi bahwa lembaga pendidikan tersebut belum memiliki izin, hal itu perlu menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai aturan.

Baca juga: IPW Dukung Polisi Usut Pembakaran Warung Mie di Sukoharjo, Ingatkan Akuntabilitas

Cak Natsir menilai langkah kepolisian yang mengevakuasi para santri untuk dikembalikan kepada keluarga merupakan bagian dari upaya yang perlu dilihat dalam konteks penanganan perkara tersebut. Cak Natsir mengajak masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dan memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan sebagaimana mestinya.

"Saya minta masyarakat tetap tenang. Masalah Ponpes Sukoharjo, saya yakin proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya," pungkasnya.




(isa/mei)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
19 Perenang Seberangi Selat Madura, Galang Donasi Rp1 Miliar untuk Warga Pesisir
• 18 jam lalu
0
thumb
UE Desak Polandia Pastikan MK Berjalan Sesuai Konstitusi dan Standar Eropa
• 20 jam lalu
0
thumb
33 Negara Siapkan Stok Darurat, RI Aman Punya Beras 25 Juta Ton
• 21 jam lalu
0
thumb
Fernando Alonso Kecewa Berat Usai Gagal di Kualifikasi GP Meksiko
• 22 jam lalu
0
thumb
Pesan Publik di Balik Redefinisi Korupsi
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.