Elan Industri Pertahanan Menggapai Kejayaan di Laut (2)

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Semboyan sekaligus doktrin TNI Angkatan Laut, yakni Jalesveva Jayamahe, yang berarti ’di laut kita jaya’, sejalan dengan tekad industri pertahanan nasional di sektor kelautan. Ambisi menguasai laut Nusantara lewat produksi kapal niaga, kapal perang, kapal selam, hingga perawatan kapal induk coba diwujudkan lewat PT PAL Indonesia (Persero), badan usaha milik negara yang bergerak di industri pertahanan laut.

Bermula dari galangan kapal Marine Establishment yang didirikan pemerintah Hindia Belanda pada 1939, perusahaan ini bertransformasi menjadi PT PAL sejak tahun 1980. Selama 46 tahun terakhir, PT PAL menjalankan dua hal strategis dalam industri pertahanan laut, yakni membangun kapal perang dan kapal selam untuk TNI AL. Selain itu, produk strategis untuk menghadapi ancaman pertahanan laut di masa depan.

Direktur Utama PAL Kaharuddin Djenod berpandangan, karakter ancaman di laut mengalami perubahan. Negara tidak lagi hanya menghadapi perang konvensional dengan kapal perang besar, tetapi ada ancaman asimetris yang menuntut pengawasan lebih luas, respons lebih cepat, dan teknologi yang mudah disesuaikan. Untuk itu, industri pertahanan harus bisa memenuhi pesanan yang ada dan membaca kebutuhan yang belum muncul.

PAL menerjemahkan dua hal strategis itu menjadi sejumlah produk baru. Produk itu meliputi kapal selam otonom (KSOT), torpedo Piranha, Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze, dan kapal serbu sangat ringan (KSSR). USV Kamikaze sudah tampil dalam Latihan Gabungan TNI Dabo Singkep 2026. KSOT telah menjalani pengujian. Proyek kapal selam, bahkan yang terkini dengan Perancis, diteruskan.

Baca JugaKRI Balaputradewa-322, Fregat Merah Putih Sejati

Pendekatan dengan terobosan melalui produk baru, lanjut Djenod, cocok dengan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan. Pertahanan laut disesuaikan dengan kondisi geografis, karakter ancaman, dan kemampuan yang ingin diwujudkan. Artinya, tidak semua kebutuhan diwujudkan dengan produk besar dan kompleks.

”Dalam kondisi tertentu, alternatif yang lebih fleksibel, termasuk platform nirawak, justru lebih tepat untuk melengkapi armada TNI AL,” ujar Djenod dalam wawancara tertulis, Jumat (30/10/2026).

Tak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, kapal yang diproduksi PT PAL juga bisa menembus pasar dunia. Saat ini PT PAL sedang mengerjakan dua kapal pesanan Filipina dan satu kapal pesanan Uni Emirat Arab. Sebelumnya, PT PAL sudah memenuhi pesanan dua kapal perang bagi Filipina.

Sejauh ini PT PAL mampu membangun beragam kapal strategis. Namun, diakui Djenod, keberlanjutan PT PAL memerlukan kemauan politik pemerintah secara konsisten. Misalnya, memastikan kebutuhan armada pertahanan nasional diutamakan dipenuhi industri domestik sepanjang kapabilitas, kualitas, dan persyaratan operasional terpenuhi.

”Kepastian pesanan menjadi sangat penting karena industri galangan kapal membutuhkan investasi besar dan waktu pengerjaan yang panjang. Dukungan juga tidak cukup hanya melalui kebijakan industri dan anggaran pengadaan, tetapi perlu diperkuat dengan akses pembiayaan perbankan yang sesuai dengan karakter industri maritim,” kata Djenod.

Dalam kondisi tertentu, alternatif yang lebih fleksibel, termasuk platform nirawak, justru lebih tepat untuk melengkapi armada TNI AL.

Ketika proyek industri pertahanan laut berjalan di PT PAL, manfaatnya diyakini akan meluas ke sektor lain. Sektor yang turut terdongkrak antara lain industri baja, mesin, kelistrikan, elektronika, dan komponen lainnya. Dampaknya tidak hanya mendorong pembukaan kesempatan dan lapangan kerja, tetapi turut menguatkan nilai tambah ekonomi.

Meski demikian, seperti halnya industri pertahanan lain, pengembangan industri pertahanan laut memiliki tantangan terkait pasokan sebagian suku cadang yang masih mengandalkan impor. Dalam proyek Fregat Merah Putih, misalnya, sebagian komponen seperti mesin, gearbox, generator, dan sistem tempur yang bernilai amat tinggi masih harus impor.

Tantangan lain, memastikan alih teknologi dari sejumlah produk pertahanan laut. Para ahli dan teknisi dalam negeri perlu meningkatkan kemampuan dalam menyerap teknologi baru.

Kerja sama

Kerja sama dengan pihak lain menjadi keniscayaan dalam pengembangan industri pertahanan. Dalam pengerjaan fregat, misalnya, PT PAL bekerja sama PT Barata Indonesia yang memproduksi sejumlah komponen dalam negeri yang lolos sertifikasi Lloyd’s Register. Kelebihan dari kerja sama ini, proyek bisa selesai lebih cepat dan biaya lebih efisien, dengan perbandingan hanya sepertiga dari impor. Dengan demikian, ada kesinambungan pesanan dan pembiayaan.

Dalam pembuatan dua kapal selam Scorpene, PT PAL bekerja sama dengan Naval Group dari Perancis. Pembangunan kapal ini memasuki tahap konstruksi fisik. Inilah tonggak pembangunan fisik kapal selam pertama di galangan PT PAL.

Baca JugaKRI Brawijaya, Kapal Fregat Terbesar di Asia Tenggara yang Menjaga Laut Nusantara

Proyek pembuatan kapal selam lebih kompleks daripada kapal perang permukaan karena menuntut ketelitian, integrasi sistem, dan standar kualitas tinggi. Prosesnya didahului persiapan teknis, penguatan kesiapan produksi, penyelesaian tahapan kualifikasi, serta pelatihan dan sertifikasi sumber daya manusia.

Pembuatan Scorpene menjadi tahapan penting bagi PT PAL dalam memahami rekayasa, produksi, integrasi sistem, dan pengujian kapal selam yang terus berkembang. Untuk itu, kesinambungan proyek kapal selam menjadi penting.

”Keberhasilan setiap proyek patut membuat engineer Indonesia semakin mampu dan memastikan keahlian tersebut dapat diteruskan kepada generasi berikutnya sebagai investasi jangka panjang yang penting bagi kemandirian industri pertahanan nasional,” ujar Djenod.

Baca JugaProyek Ambisius PT PAL, Produksi Kapal Induk Tahun 2027

Kemajuan industri pertahanan dalam negeri menjadi salah satu pilar modernisasi pertahanan di laut. Seperti disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali saat Hari Ulang Tahun Ke-80 TNI AL, tahun lalu, modernisasi mencakup penataan struktur komando dan alutsista.

Modernisasi itu pula yang pada akhirnya bisa mewujudkan kejayaan di laut Nusantara.

Baca JugaDari ASEAN hingga Timur Tengah, Minat Pembelian Kapal Perang Buatan PT PAL Bertumbuh


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Potret Setahun Pidie Jaya Aceh Bangkit dari Terjangan Bencana
• 23 jam lalu
0
thumb
Viral Video Aksi Pasukan Polisi Gerebek Kampung Bahari Jakut Lewat Turun dari KRL, KAI Commuter Buka Suara
• 18 jam lalu
0
thumb
Juru Kunci Musim Lalu, Red Sparks Rekrut Dua Rookie Usia 18 Tahun di Draft KOVO 2026/2027
• 22 jam lalu
0
thumb
Suara Petasan hingga Petir Bisa Picu Kejang pada Anak dengan Kondisi Ini
• 17 jam lalu
0
thumb
Geger Daging Tiruan Cetakan 3D Mulai Banjiri AS, Berasal dari Israel
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.