Jakarta (ANTARA) - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat pendapatan dari segmen derivatif mencapai Rp15,08 miliar pada kuartal III-2026, tumbuh 24,6 persen secara kuartalan dari Rp12,1 miliar pada kuartal II-2026.
Secara kumulatif, kontribusinya terhadap total pendapatan meningkat dari 20,1 persen pada periode sembilan bulan 2025 menjadi 36,7 persen pada periode sembilan bulan 2026.
Direktur Utama Indokripto Koin Semesta Ade Wahyu dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa produk derivatif telah menjadi mesin pertumbuhan yang mulai menopang kinerja perseroan.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari konsistensi perseroan bersama perusahaan anak dalam mengembangkan instrumen dan memperluas basis layanan derivatif, di tengah kondisi pasar yang menuntut diversifikasi sumber pendapatan.
Ade mencatat, segmen derivatif memiliki tingkat pemulihan paling cepat ketika pasar mulai membaik. Hal ini, ujar dia, memperlihatkan produk derivatif semakin matang dan memiliki permintaan yang semakin nyata.
Ia menambahkan bahwa perseroan meyakini pertumbuhan pada segmen derivatif masih terbuka lebar. Apalagi, saat ini baru enam dari total 21 anggota bursa PT Central Finansial X (CFX) yang menyediakan layanan derivatif kepada konsumen.
Perseroan juga mencatat bahwa capaian tersebut terjadi justru ketika pasar aset kripto nasional bergerak berlawanan arah dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan data internal dari CFX, nilai transaksi spot aset kripto sepanjang sembilan bulan 2025 mencapai Rp363,04 triliun dengan transaksi derivatif Rp44,91 triliun.
Sedangkan pada tahun 2026 ini hingga September 2026, nilai transaksi spot baru mencapai Rp216,40 triliun dengan transaksi derivatif Rp43,13 triliun.
Perseroan menyampaikan bahwa kondisi tersebut memperlihatkan high base effect yang berdampak pada kinerja seluruh pelaku industri pada tahun ini, termasuk di COIN.
Menurut perseroan, tekanan pasar tersebut turut tercermin pada kinerja secara keseluruhan, baik dari segi top line maupun bottom line.
Adapun pendapatan COIN turun 48,6 persen dari Rp204,63 miliar pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi Rp105,17 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Sementara pada kuartal III-2026, pendapatan tercatat Rp31,39 miliar atau terkoreksi 2,8 persen dari kuartal sebelumnya.
Meski begitu, menurut Ade, perseroan berhasil menjaga fondasi keuangan, sehingga memungkinkan inisiatif pertumbuhan tetap dijalankan secara berkelanjutan.
Hal itu, menurutnya, dilakukan untuk terus memperkuat postur neraca agar dapat memitigasi dampak fluktuasi pasar aset kripto.
Per akhir September 2026, posisi aset lancar tercatat sebesar Rp378,9 miliar. Menurut perseroan, level ini merepresentasikan bantalan likuiditas yang tebal, yakni 15 kali lipat dari total liabilitas.
Pada sisi lain, total liabilitas hingga akhir kuartal III-2026 berada pada level Rp24,5 miliar, turun dari posisi awal tahun. Penurunan ini, catat perseroan, seiring langkah deleveraging yang dijalankan sepanjang 2026.
Baca juga: Indokripto Koin Semesta optimistis pendapatan tumbuh pasca IPO
Baca juga: Arsari Group resmi jadi pemegang saham Indokripto Koin Semesta
Secara kumulatif, kontribusinya terhadap total pendapatan meningkat dari 20,1 persen pada periode sembilan bulan 2025 menjadi 36,7 persen pada periode sembilan bulan 2026.
Direktur Utama Indokripto Koin Semesta Ade Wahyu dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa produk derivatif telah menjadi mesin pertumbuhan yang mulai menopang kinerja perseroan.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari konsistensi perseroan bersama perusahaan anak dalam mengembangkan instrumen dan memperluas basis layanan derivatif, di tengah kondisi pasar yang menuntut diversifikasi sumber pendapatan.
Ade mencatat, segmen derivatif memiliki tingkat pemulihan paling cepat ketika pasar mulai membaik. Hal ini, ujar dia, memperlihatkan produk derivatif semakin matang dan memiliki permintaan yang semakin nyata.
Ia menambahkan bahwa perseroan meyakini pertumbuhan pada segmen derivatif masih terbuka lebar. Apalagi, saat ini baru enam dari total 21 anggota bursa PT Central Finansial X (CFX) yang menyediakan layanan derivatif kepada konsumen.
Perseroan juga mencatat bahwa capaian tersebut terjadi justru ketika pasar aset kripto nasional bergerak berlawanan arah dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan data internal dari CFX, nilai transaksi spot aset kripto sepanjang sembilan bulan 2025 mencapai Rp363,04 triliun dengan transaksi derivatif Rp44,91 triliun.
Sedangkan pada tahun 2026 ini hingga September 2026, nilai transaksi spot baru mencapai Rp216,40 triliun dengan transaksi derivatif Rp43,13 triliun.
Perseroan menyampaikan bahwa kondisi tersebut memperlihatkan high base effect yang berdampak pada kinerja seluruh pelaku industri pada tahun ini, termasuk di COIN.
Menurut perseroan, tekanan pasar tersebut turut tercermin pada kinerja secara keseluruhan, baik dari segi top line maupun bottom line.
Adapun pendapatan COIN turun 48,6 persen dari Rp204,63 miliar pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi Rp105,17 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Sementara pada kuartal III-2026, pendapatan tercatat Rp31,39 miliar atau terkoreksi 2,8 persen dari kuartal sebelumnya.
Meski begitu, menurut Ade, perseroan berhasil menjaga fondasi keuangan, sehingga memungkinkan inisiatif pertumbuhan tetap dijalankan secara berkelanjutan.
Hal itu, menurutnya, dilakukan untuk terus memperkuat postur neraca agar dapat memitigasi dampak fluktuasi pasar aset kripto.
Per akhir September 2026, posisi aset lancar tercatat sebesar Rp378,9 miliar. Menurut perseroan, level ini merepresentasikan bantalan likuiditas yang tebal, yakni 15 kali lipat dari total liabilitas.
Pada sisi lain, total liabilitas hingga akhir kuartal III-2026 berada pada level Rp24,5 miliar, turun dari posisi awal tahun. Penurunan ini, catat perseroan, seiring langkah deleveraging yang dijalankan sepanjang 2026.
Baca juga: Indokripto Koin Semesta optimistis pendapatan tumbuh pasca IPO
Baca juga: Arsari Group resmi jadi pemegang saham Indokripto Koin Semesta






Komentar (0)