Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC Tembus 6.120, Bobot Bank Besar Makin Dominan

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara matematis berpotensi mencapai level 6.120 apabila saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dikeluarkan dari perhitungan indeks.

Simulasi Samuel Sekuritas Indonesia menunjukkan level tersebut sekitar 21% lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan IHSG pada Jumat (30/10/2026) yang berada di level 5.057.

Meski demikian, perubahan metode penghitungan tersebut tidak serta-merta mencerminkan potensi kenaikan pasar saham. Penyesuaian ini lebih berkaitan dengan distribusi ulang bobot saham yang masih diperhitungkan dalam indeks.

Dalam simulasi Samuel Sekuritas, penghapusan saham HSC justru membuat valuasi IHSG menjadi lebih rendah. Rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (PER) diperkirakan turun 21% dari 12,4 kali menjadi 9,8 kali.

Di sisi lain, bobot sejumlah saham berkapitalisasi besar akan semakin dominan. Akumulasi bobot 10 saham terbesar diperkirakan meningkat dari 41,1% menjadi 48,06%, atau bertambah sekitar 695 basis poin.

Perhitungan tersebut sudah memperhitungkan batas maksimal bobot setiap saham sebesar 9%. Sementara itu, gabungan bobot 45 saham terbesar diperkirakan mencapai 75,69% dari keseluruhan indeks.

Dengan komposisi baru tersebut, pergerakan IHSG berpotensi semakin ditentukan oleh saham-saham berkapitalisasi besar.

Salah satu contohnya terlihat pada saham perbankan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diperkirakan mengalami kenaikan bobot terbatas dari 8,92% menjadi 9%. Posisi awalnya yang sudah mendekati batas maksimal membuat ruang kenaikannya relatif kecil.

Berbeda dengan BBCA, bobot PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diproyeksikan bertambah 79,1 basis poin hingga mencapai 9%.

Sementara itu, bobot PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diperkirakan naik dari 5,88% menjadi 7,37%. Adapun PT Astra International Tbk (ASII) berpotensi mengalami peningkatan bobot dari 3,77% menjadi 4,73%.

Artinya, penghapusan saham HSC tidak hanya mengubah komposisi indeks, tetapi juga berpotensi memperbesar pengaruh sejumlah emiten besar terhadap pergerakan IHSG.

IHSG Tanpa HSC Mulai Berlaku 2 November

Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menerapkan metode penghitungan baru IHSG tanpa memasukkan saham kategori HSC pada perdagangan Senin (2/11/2026).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, penyesuaian tersebut tidak mengubah level awal IHSG. Indeks tetap menggunakan posisi penutupan perdagangan sebelumnya, yakni 5.057.

Perubahan dilakukan dengan mendistribusikan kembali bobot saham yang sebelumnya masuk dalam penghitungan indeks kepada saham-saham yang tidak termasuk kategori HSC.

"Misalkan IHSG di 5.057 itu terdiri atas 962 saham. Nanti, saat buka perdagangan Senin, 5.057 itu bobotnya didistribusikan ke 882 saham," ujar Jeffrey.

Dengan mekanisme tersebut, angka 6.120 dalam simulasi Samuel Sekuritas perlu dipahami sebagai hasil perhitungan matematis atas perubahan komposisi indeks, bukan target kenaikan IHSG pada perdagangan berikutnya.

Saham Pilihan Phintraco Sekuritas

Di tengah perubahan metode penghitungan IHSG, investor juga dapat mencermati sejumlah saham pilihan yang masuk dalam rekomendasi Phintraco Sekuritas.

6 Saham Rekomendasi Phintraco Sekuritas, Cek Target dan Stop Loss-nya

Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham untuk dicermati investor. Pilihan tersebut mencakup BBCA, ASII, INDF, JSMR, AADI, dan PTBA.

Berikut rincian rekomendasi perdagangan masing-masing saham:

  1. BBCA (Buy on Weakness)

    • Area beli: Rp4.900-Rp4.980

    • Target harga: Rp5.100

    • Support: Rp4.900

    • Resistance: Rp5.100

    • Stop loss: Rp4.700

  2. ASII (Trading Buy)

    • Area beli: Rp4.720-Rp4.800

    • Target harga: Rp4.860

    • Support: Rp4.720

    • Resistance: Rp4.860

    • Stop loss: Rp4.580

  3. INDF (Buy on Weakness)

    • Area beli: Rp6.275-Rp6.400

    • Target harga: Rp6.475

    • Support: Rp6.275

    • Resistance: Rp6.475

    • Stop loss: Rp6.075

  4. JSMR (Trading Buy)

    • Area beli: Rp2.720-Rp2.820

    • Target harga: Rp2.890

    • Support: Rp2.720

    • Resistance: Rp2.890

    • Stop loss: Rp2.550

  5. AADI (Trading Buy)

    • Area beli: Rp11.075-Rp11.475

    • Target harga: Rp11.675

    • Support: Rp11.075

    • Resistance: Rp11.675

    • Stop loss: Rp10.475

  6. PTBA (Trading Buy)

    • Area beli: Rp3.070-Rp3.240

    • Target harga: Rp3.320

    • Support: Rp3.070

    • Resistance: Rp3.320

    • Stop loss: Rp2.820

Daftar tersebut didominasi saham perbankan besar, dengan tambahan emiten otomotif dan pertambangan logam.

Phintraco Sekuritas pada saat itu memperkirakan IHSG bergerak terbatas dalam rentang 5.150-5.350. Proyeksi tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan sejumlah sentimen global, termasuk kebijakan suku bunga Amerika Serikat, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta pergerakan harga komoditas.

Keenam saham tersebut dapat menjadi perhatian investor dalam mencermati dinamika pasar. Namun, rekomendasi perdagangan tersebut merupakan pilihan Phintraco Sekuritas dalam riset 29 Oktober, bukan rekomendasi khusus yang diterbitkan sebagai respons atas penerapan metode baru IHSG pada 2 November.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Banjir di Aceh Barat Meluas, Kini Rendam 12 Desa di Tiga Kecamatan
• 8 jam lalu
0
thumb
Menteri PKP berencana tinjau Gambir terkait rusun bagi rakyat
• 4 jam lalu
0
thumb
Diduga Tak Profesional, Penyidik Polda Kalbar Diadukan ke Propam Polri
• 1 jam lalu
0
thumb
Kabar Bahagia! Pasangan Pebulu Tangkis Bagas Maulana dan Aurum Oktavia Winata Resmi Menikah
• 14 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang di Sorong
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.