Jakarta (ANTARA) - Pendiri Indonesian Downhill (IDH) Parama Nugroho berharap peningkatan kualitas pembalap sepeda gunung nasional sepanjang pergelaran 76 Ultimate Downhill 2026 menjadi modal untuk menghadapi persaingan di tingkat Asia dan dunia pada masa mendatang.
Parama menilai kemampuan para pembalap Indonesia makin merata, baik di kategori putra maupun putri, setelah melalui tiga seri 76 Ultimate Downhill 2026 yang berakhir di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, Minggu.
"Menurut saya atlet-atlet prestasi kita saat ini sudah mengalami banyak peningkatan kualitas yang cukup merata. Saya berharap baik atlet Men Elite maupun Women Elite dapat berbicara banyak di level kejuaraan tingkat asia maupun dunia," kata Parama dalam keterangan resmi, Minggu.
Parama memastikan kompetisi 76 Ultimate Downhill kembali diselenggarakan pada 2027 dengan sejumlah peningkatan untuk memberikan kesempatan kepada para pembalap nasional mengembangkan kemampuan dan mempertahankan konsistensi penampilan.
Peningkatan kualitas atlet menjadi salah satu perhatian penyelenggara setelah kompetisi musim ini menghadirkan berbagai karakter lintasan yang menuntut kemampuan teknis, ketahanan fisik, serta kecepatan beradaptasi.
Perwakilan penyelenggara 76 Rider, Agnes C. Wuisan, mengatakan perubahan dan inovasi sepanjang tiga seri dilakukan untuk meningkatkan standar persaingan sekaligus mempersiapkan pembalap nasional menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
"Harapan besarnya adalah performa atlet-atlet downhill Indonesia semakin berkembang secara merata. Tidak hanya prestasi di level nasional saja, tapi makin bisa bicara banyak di level internasional," ujar Agnes.
Selain peningkatan kualitas pembalap senior, regenerasi menjadi salah satu perkembangan dari kompetisi musim ini.
Tiga pembalap kelas Men Junior, yakni Dimas Aradhana, Nazwa Agazani, dan Ahmad Nasywa Ridhodin, dijadwalkan naik ke kelas Men Elite pada musim 2027.
Ketiganya merupakan penghuni tiga besar klasemen akhir Men Junior 2026, dengan Dimas mempertahankan gelar juara umum untuk kedua kalinya secara beruntun setelah mengumpulkan 560 poin.
Sementara itu, persaingan di kelas utama sepanjang musim dimenangi Agung Prio Apriliano yang memastikan gelar juara umum Men Elite dengan 730 poin, disusul Putra Ganda Arrozak dengan 510 poin dan Mohammad Abdul Hakim yang mengoleksi 400 poin.
Di sektor putri, Milatul Khaqimah menunjukkan konsistensi setelah memenangi seluruh seri Women Elite dan mengakhiri musim dengan raihan sempurna 600 poin.
Kompetisi 76 Ultimate Downhill 2026 berlangsung dalam tiga seri di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta, Arjuno Bike Park, Pasuruan, dan Ternadi Bike Park, Kudus.
Seri terakhir di Kudus juga tercatat dalam kalender Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI) dengan klasifikasi Class 1 (C1), menggunakan lintasan sepanjang 2.300 meter dengan perbedaan elevasi 325 meter.
Baca juga: 76 Ultimate Downhill 2026 Seri III hadirkan tantangan ekstra
Parama menilai kemampuan para pembalap Indonesia makin merata, baik di kategori putra maupun putri, setelah melalui tiga seri 76 Ultimate Downhill 2026 yang berakhir di Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, Minggu.
"Menurut saya atlet-atlet prestasi kita saat ini sudah mengalami banyak peningkatan kualitas yang cukup merata. Saya berharap baik atlet Men Elite maupun Women Elite dapat berbicara banyak di level kejuaraan tingkat asia maupun dunia," kata Parama dalam keterangan resmi, Minggu.
Parama memastikan kompetisi 76 Ultimate Downhill kembali diselenggarakan pada 2027 dengan sejumlah peningkatan untuk memberikan kesempatan kepada para pembalap nasional mengembangkan kemampuan dan mempertahankan konsistensi penampilan.
Peningkatan kualitas atlet menjadi salah satu perhatian penyelenggara setelah kompetisi musim ini menghadirkan berbagai karakter lintasan yang menuntut kemampuan teknis, ketahanan fisik, serta kecepatan beradaptasi.
Perwakilan penyelenggara 76 Rider, Agnes C. Wuisan, mengatakan perubahan dan inovasi sepanjang tiga seri dilakukan untuk meningkatkan standar persaingan sekaligus mempersiapkan pembalap nasional menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
"Harapan besarnya adalah performa atlet-atlet downhill Indonesia semakin berkembang secara merata. Tidak hanya prestasi di level nasional saja, tapi makin bisa bicara banyak di level internasional," ujar Agnes.
Selain peningkatan kualitas pembalap senior, regenerasi menjadi salah satu perkembangan dari kompetisi musim ini.
Tiga pembalap kelas Men Junior, yakni Dimas Aradhana, Nazwa Agazani, dan Ahmad Nasywa Ridhodin, dijadwalkan naik ke kelas Men Elite pada musim 2027.
Ketiganya merupakan penghuni tiga besar klasemen akhir Men Junior 2026, dengan Dimas mempertahankan gelar juara umum untuk kedua kalinya secara beruntun setelah mengumpulkan 560 poin.
Sementara itu, persaingan di kelas utama sepanjang musim dimenangi Agung Prio Apriliano yang memastikan gelar juara umum Men Elite dengan 730 poin, disusul Putra Ganda Arrozak dengan 510 poin dan Mohammad Abdul Hakim yang mengoleksi 400 poin.
Di sektor putri, Milatul Khaqimah menunjukkan konsistensi setelah memenangi seluruh seri Women Elite dan mengakhiri musim dengan raihan sempurna 600 poin.
Kompetisi 76 Ultimate Downhill 2026 berlangsung dalam tiga seri di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta, Arjuno Bike Park, Pasuruan, dan Ternadi Bike Park, Kudus.
Seri terakhir di Kudus juga tercatat dalam kalender Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI) dengan klasifikasi Class 1 (C1), menggunakan lintasan sepanjang 2.300 meter dengan perbedaan elevasi 325 meter.
Baca juga: 76 Ultimate Downhill 2026 Seri III hadirkan tantangan ekstra






Komentar (0)