Dari Slipi hingga Cibubur, Perjalanan Kakek Zul Menjual Bunga

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kedua tangannya terlihat membawa bunga dalam pot. Di pundaknya, tergantung kantong plastik merah berukuran cukup besar yang berisi beberapa bunga lainnya.

Sambil berjalan, ia menjajakan bunga-bunga tersebut. Harganya Rp 50 ribu untuk pot berukuran kecil dan Rp 90 ribu untuk ukuran besar.

Hampir setiap hari, Kakek Zul (80) berjualan bunga. Ia membawa delapan pot bunga dari rumah dengan mengandalkan tas ransel di punggung dan kantong plastik di tangan.

Untuk berjualan, ia mengandalkan angkutan umum (angkot) dan berjalan kaki. Rute yang ditempuhnya terbilang jauh. Berangkat dari kediamannya di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Kakek Zul berkeliling hingga Cibubur dan Ciracas di Jakarta Timur. Bahkan, ia juga menyeberang ke kawasan Ciledug, Tangerang.

"Enggak berat, udah biasa," kata Kakek Zul saat menceritakan aktivitas berjualannya.

Bunga plastik yang dijualnya bukan modal sendiri, melainkan milik tetangganya yang ia bantu pasarkan. Di rumah, Kakek Zul tinggal bersama sang kakak yang juga berprofesi sebagai pedagang di pasar.

Pekerjaan ini sudah ditekuninya sejak 1996. Pendapatannya pun tak menentu. Sering kali, sejak pagi hingga pertengahan hari, hanya tiga pot bunga yang laku terjual.

Meski harus berpindah angkot dan membawa kantong plastik berisi bunga berkeliling antarkota di usia senja, Kakek Zul tetap tekun menjalankan usahanya setiap hari.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AC Milan Hajar Inter Milan 3-1 dalam Derby della Madonnina, Pulisic, Rabiot, dan Moreira Cetak Gol
• 12 jam lalu
0
thumb
2 Rumah di Wajo Ludes Dilalap Api, 1 Orang Luka Bakar di Wajah dan Lengan
• 5 jam lalu
0
thumb
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Veda Ega Pratama Runner Up di Belakang Maximo Quiles
• 10 jam lalu
0
thumb
Korea Utara Uji Coba Rudal Bom Klaster, Daya Hancur Sampai 13 Hektare
• 13 jam lalu
0
thumb
Aspermigas: Praktik Singapura Jual Kembali LNG RI Lazim Dilakukan, Tak Merugikan
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.