Tutup Celah Bandar Narkoba, Kapolda Metro Jaya dan Wali Kota Jakarta Utara Siap Tata Ulang Kampung Bahari

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto melakukan koordinasi dengan Wali Kota Jakarta Utara, pasca penggerebekan Kampung Bahari, Jakarta Utara, terkait pemberantasan narkoba, pada Minggu (1/11).

Komjen Dadang menegaskan, yang terpenting setelah pembersihan kampung narkoba adalah harus diikuti dengan penyelesaian yang baik.

“Ke depan, saya sudah berbicara dengan Pak Wali supaya pemerintah, dua-duanya melakukan penataan. Ya penataan yang baik. Penataan yang baik, lingkungan sosial ditata, masyarakatnya ditata, dibangun, ketahanan sosialnya terhadap pengaruh narkoba. Itu yang paling penting,” kata Dadang, kepada wartawan, Minggu (1/11).

Lebih lanjut, Dadang menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan untuk melakukan penataan terhadap kampung narkoba lainnya agar tidak lagi disalahgunakan oleh para bandar untuk bersarang.

“Dan lebih penting juga lagi ada penyelesaian yang bersifat fundamental antara lain yang digarap oleh pemerintah dalam hal ini dimotori juga oleh Kementerian Perumahan. Kemarin kita sentuh di wilayah Kampung Ambon, nah diharapkan nanti juga di sini juga, dan tempat ini tidak menjadi tempat yang aman untuk bersarangnya para bandar narkoba, termasuk para pemakai ini,” ungkap Dadang.

“Ketika kita memberikan ruang yang aman bagi mereka, maka akan subur. Ini yang sering saya katakan. Jika kita membiarkan gejala-gejala kecil yang rusak, ya kemudian membesar menjadi permasalahan sosial. Maka kita perbaiki. Di mana pun tidak boleh terjadi,” sambungnya.

Kemudian, Dadang menerangkan, pihaknya juga telah melakukan pendataan terhadap sejumlah warga yang menempati rumah di sekitar Kampung Bahari ini. Polisi mendapati adanya rumah yang ditempati oleh pemulung, tempat untuk menggunakan narkoba, termasuk untuk pesta narkoba.

“Kondisi ini harus digarap penataannya. Ya tentu dilakukan secara baik ya, karena di situ ada yang orang bekerja mencari nafkah, ada orang yang ikut serta mendompleng, menyamar jualan narkoba, nanti kita pilah,” jelas Dadang.

“Terus mungkin diidentifikasi dulu, dikumpulkan itu, ditata dulu, sampai tata kelola pemukimannya. Nah, asistensi dari stakeholder nanti kami, saya akan bekerja sama supaya nanti kelihatan itu rapi. Nah yang lain-lainnya, rumah-rumah liar yang selama ini ditinggali oleh para pelaku ini harus dibersihkan. Sehingga para pemulung ini yang kerjanya sudah bertahun-tahun di situ dan mendapatkan rezeki dari situ teridentifikasi dan dilakukan pembinaan,” tegasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bergeser dari Pemasaran “Ballroom”, Pengusaha Hotel Kini Berorientasi Jual Kamar
• 6 jam lalu
0
thumb
Viral Netizen Threads Keluhkan Taktik Upselling Aksesori Jutaan Rupiah saat Beli iPhone 18 Pro Max di iBox Dago
• 34 menit lalu
0
thumb
Yamaha Resmi Boikot MotoGP Qatar 2026, Ini Alasannya
• 4 jam lalu
0
thumb
Kontroversi Deklarasi Sumpah Pemuda Berimbas ke RANS Carnival, Raffi Ahmad Beri Klarifikasi
• 13 jam lalu
0
thumb
Polri Buka Suara Terkait Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.