Jakarta, VIVA - Polo air Indonesia mendapat kesempatan menambah pengetahuan dan meningkatkan kualitas pembinaan melalui coaching clinic bersama pelatih kepala Timnas Jepang, Yoshinori Shiota mulai Minggu (1/11) hingga Selasa (3/11/2026).
Komisi Teknik Akuatik Indonesia, Benny Respati, mengatakan kehadiran Shiota menjadi kesempatan berharga bagi insan polo air Tanah Air untuk mempelajari sistem pengelolaan tim dan organisasi dari salah satu negara yang memiliki prestasi di cabang olahraga tersebut.
Menurut Benny, pengalaman Shiota sebagai pelatih kepala Timnas Jepang dapat memberikan perspektif baru bagi perkembangan polo air Indonesia.
- VIVA/Surya Aditiya
"Tujuan dari coaching clinic ini juga untuk memajukan ilmu polo air kita di Indonesia. Sangat baik sekali dengan Coach Yoshinori Shiota ini. Dia baru selesai dari Asian Games yang satu bulan lalu, dia head coach dari Tim Nasional Jepang," ujar Benny saat ditemui di Stadion Akuatik GBK, Jakarta Minggu siang.
Dia menambahkan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teknis permainan, tetapi juga pengetahuan mengenai cara mengelola tim dan membangun sistem organisasi polo air yang lebih baik.
Shiota sendiri memiliki rekam jejak panjang di dunia polo air. Sebelum menjadi pelatih kepala Timnas Jepang, dia merupakan pemain tim nasional yang juga pernah berkarier di Eropa selama lima hingga enam musim.
Di bawah kepemimpinannya, Jepang berhasil mempertahankan medali emas Asian Games. Prestasi tersebut menjadi salah satu alasan kehadiran Shiota dinilai penting untuk memberikan pengalaman kepada para pelatih dan atlet Indonesia.
Benny menjelaskan, materi coaching clinic selama tiga hari mencakup berbagai aspek, mulai dari taktik permainan, sistem manajemen polo air, hingga pengalaman menangani tim dengan sistem pembinaan yang baik.
"Untuk materi sendiri memang kita banyak kelas lecture-nya berbagai macam, dari taktik, dari sistem manajemen mengelola polo air. Kita juga ada share pengalamannya dia, bagaimana cara menangani sebuah tim besar, menangani sebuah tim yang memang punya sistem yang sangat baik dan mungkin bisa relate dengan tim polo air kita di Indonesia," kata Benny.
Coaching clinic tersebut diikuti sebanyak 32 peserta. Mereka terdiri dari atlet yang masih aktif bermain serta para pelatih yang menangani klub maupun daerah masing-masing.






Komentar (0)