Fakta di Balik Video Propaganda KKB di Papua, Identitas Korban dan Waktu Kejadian Terungkap

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Fakta di Balik Video Propaganda KKB di Papua, Identitas Korban dan Waktu Kejadian TerungkapNasional | inews | Minggu, 1 November 2026 - 16:09

PAPUA, iNews.id - Aparat mengungkap fakta di balik beredarnya dua video yang diklaim sebagai aksi eksekusi warga sipil oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Hasil penelusuran aparat menunjukkan kedua rekaman tersebut merupakan dokumentasi peristiwa lama yang kembali disebarkan dengan narasi menyesatkan untuk memicu ketakutan masyarakat.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, polisi telah menyelidiki dan memverifikasi keaslian serta waktu pembuatan video tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan bukti bahwa kedua peristiwa dalam rekaman itu terjadi seperti yang diklaim kelompok bersenjata.

"Kedua video yang beredar luas itu murni dokumentasi lama dan merupakan bentuk propaganda pihak KKB," tegas Kombes Yusuf dikutip dari iNews Sorong Raya.id, Minggu (1/11/2026).

Salah satu video berdurasi 1 menit 15 detik memperlihatkan penganiayaan terhadap tiga perempuan di Dekai, Kabupaten Yahukimo. 

Baca Juga:Bupati Gowa Sitti Husniah Irit Bicara saat Diperiksa Bareskrim terkait Kasus TPPU

Kelompok yang mengatasnamakan sayap militer TPNPB-OPM mengklaim rekaman tersebut merupakan hukuman mati terhadap seseorang yang dituduh sebagai intelijen militer pada Jumat (30/10/2026).

Namun, hasil penelusuran tim siber menemukan rekaman itu sudah pernah diunggah ke media sosial Facebook pada Maret 2025. Dengan demikian, video tersebut bukan dokumentasi peristiwa baru seperti narasi yang disebarkan.

Polisi juga mengungkap fakta di balik video kedua berdurasi 31 detik yang diklaim Kodap III Ndugama Derakma. Rekaman itu dikaitkan dengan pembunuhan seorang sopir lintas Wamena-Nduga yang dituduh membawa pasokan logistik TNI.

Dalam narasi yang disebarkan, peristiwa tersebut disebut terjadi pada akhir Maret. Padahal, polisi menyatakan kejadian sebenarnya berlangsung pada 20 April 2026. Korban bernama Robert Terry alias Sula, bukan Regeny Jems Patty seperti yang disebut dalam narasi video.

Menurutnya, penyebaran ulang rekaman tersebut merupakan upaya memprovokasi KKB atau dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap masyarakat melalui informasi yang tidak benar.

"Ini adalah bentuk provokasi influencer mereka Sebby Sambomagar masyarakat takut. Tindakan ini murni mencari perhatian dan propaganda murahan," ucapnya.

Baca Juga:Resmi Dilantik, Ketua dan Anggota Ombudsman RI Ucap Sumpah Jabatan di Hadapan Presiden Prabowo

Selain menyebarkan video, kelompok tersebut juga disebut menyertakan ancaman pengosongan wilayah yang ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN), tenaga medis, dan masyarakat pendatang.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh konten yang berpotensi menimbulkan keresahan di Papua Pegunungan.

#papua

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PDIP dan PKS Siap Bersatu, Hersubeno Sebut Pemakzulan Gibran Bakal Tak Bisa Dibendung!
• 54 menit lalu
0
thumb
Pelatih Kendal Tornado FC Bangga Dua Pemain Andalannya Dipanggil TC Timnas Indonesia U-20 ke Turki
• 9 jam lalu
0
thumb
Demokrat Israel peringatkan Netanyahu dapat serang Iran demi kekuasaan
• 1 jam lalu
0
thumb
John Herdman Terima Kabar Baik dari Spanyol, Emil Audero Cetak Clean Sheet Perdana di Rayo Vallecano
• 9 jam lalu
0
thumb
DPR Dorong RUU Perampasan Aset Prioritaskan Pengembalian Kerugian Korban Kejahatan Ekonomi
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.