SRAGEN, iNews.id - Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, selama dua hari berturut-turut pada Jumat hingga Sabtu (30–31 Oktober 2026). Bencana tersebut berdampak pada 213 kepala keluarga (KK) atau 676 jiwa, merusak rumah dan fasilitas umum, serta menyebabkan sejumlah pohon tumbang.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, total kerugian material akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp707.165.000.
Dampak terparah pada Sabtu (31/10/2026) terjadi di Kecamatan Jenar, sedangkan sehari sebelumnya angin kencang menerjang Kecamatan Plupuh, Masaran dan Sidoharjo.
Di Kecamatan Jenar, angin kencang yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB merusak 11 rumah warga. Tiga rumah di antaranya mengalami kerusakan berat. Selain itu, satu bangunan parkir roboh dan lima pohon tumbang.
Sebanyak 13 KK atau 35 jiwa terdampak di tiga desa, yakni Banyurip, Dawung, dan Jenar. Kerugian material di wilayah tersebut diperkirakan mencapai Rp132,3 juta.
Baca Juga:Dilantik Jadi Menlu, Arrmanatha Nasir: Tantangan yang Kita Hadapi Sangat BesarDampak kerusakan cukup parah terjadi di Dusun Kedu, Desa Banyurip. Rumah milik Kartini (50) rusak berat setelah tertimpa pohon sawo. Rumah Sugimin (43) berukuran 14 x 4 meter juga mengalami kerusakan berat, termasuk dua sepeda motor yang berada di dalamnya.
Sementara itu, pohon mahoni tumbang di Dusun Winong, Desa Dawung, hingga sempat menutup akses jalan Jenar-Banyurip.
Sehari sebelumnya, angin kencang menerjang Kecamatan Plupuh, Masaran, dan Sidoharjo sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa tersebut berdampak lebih luas dengan jumlah 200 KK atau 641 jiwa terdampak.
Kerusakan meliputi rumah warga, fasilitas umum dan pendidikan, hingga tempat usaha. Gedung aula Pondok Pesantren Raden Patah II di Desa Sumorodukuh, Kecamatan Plupuh, dilaporkan roboh. Tiga unit Koperasi Desa Merah Putih, satu ruko mebel, dan dua kandang sapi juga mengalami kerusakan berat.
Selain itu, 11 pohon tumbang dan menimpa rumah serta gudang atau menghalangi akses jalan. Kerugian material akibat kejadian pada Jumat tersebut ditaksir mencapai Rp574.865.000.
Baca Juga:Nakhoda KM Virgo Transport 8 Ditahan di Rutan Polda Kalsel usai jadi TersangkaTim Reaksi Cepat BPBD Sragen bersama unsur terkait telah melakukan kaji cepat dan evakuasi. Namun, penanganan di sejumlah lokasi terkendala minimnya penerangan. Evakuasi di Dusun Genengsari, Desa Banyurip, juga sempat tertunda akibat kondisi jalan licin.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor di tengah cuaca ekstrem. Warga juga diminta tidak berteduh di bawah pohon atau bangunan yang kondisinya tidak aman saat hujan dan angin kencang.
#jateng





Komentar (0)