Khartoum: Serangan pesawat nirawak (drone) menghantam pembangkit listrik Abu Hamad di Negara Bagian Sungai Nil, Sudan utara, pada Minggu dini hari, 1 November 2026, yang memicu kebakaran serta sejumlah ledakan keras di sekitar fasilitas.
Sejumlah saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa serangan menyasar pembangkit listrik yang berjarak sekitar 538 kilometer di utara ibu kota Khartoum tersebut.
Mereka melaporkan suara ledakan terdengar di sekitar fasilitas ketika api melalap sebagian area pembangkit. Video yang beredar di media sosial dan dibagikan para aktivis juga memperlihatkan kebakaran besar di lokasi tersebut.
Serangan terbaru itu menambah jumlah pembangkit listrik yang menjadi sasaran serangan drone menjadi 12 fasilitas di enam negara bagian Sudan sejak Senin.
Enam negara bagian yang terdampak meliputi Khartoum, Gezira, Sennar, Gedaref, Sungai Nil, dan Laut Merah.
Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan langsung dari otoritas Sudan mengenai serangan tersebut, termasuk jumlah korban maupun tingkat kerusakan fasilitas. Infrastruktur listrik jadi sasaran serangan Serangan terbaru terjadi sehari setelah pesawat nirawak juga menghantam pembangkit listrik Hayya di Negara Bagian Laut Merah pada Sabtu. Fasilitas tersebut diketahui masih dalam tahap pembangunan.
Rangkaian serangan terhadap infrastruktur listrik berlangsung di tengah konflik antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF).
Kedua pihak telah terlibat pertempuran sejak April 2023. Konflik bermula dari perselisihan mengenai integrasi angkatan bersenjata negara tersebut yang kemudian berkembang menjadi konflik bersenjata.
Perang tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan sekitar 13 juta orang mengungsi. Situasi kemanusiaan dan krisis kelaparan di Sudan juga terus memburuk.
Baca juga: Serangan Drone Picu Pemadaman Listrik di Sebagian Besar Ibu Kota Sudan





Komentar (0)