Riyadh, VIVA - Kabar mengejutkan datang dari penyelenggaraan Piala Asia 2027. Turnamen sepak bola terbesar di Benua Asia yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2027 berpotensi mengalami penundaan selama satu tahun dan baru digelar pada 2028.
Informasi tersebut diungkap media olahraga Arab, Winwin, melalui laporan eksklusif yang diterbitkan pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Berdasarkan informasi yang diperoleh sumber Winwin, terdapat kecenderungan untuk menggeser penyelenggaraan Piala Asia 2027 ke 2028.
Jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, edisi ke-19 Piala Asia itu tidak akan berlangsung sesuai jadwal awal, yakni 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Arab Saudi tetap diproyeksikan menjadi tuan rumah, tetapi pelaksanaannya bergeser satu tahun.
Winwin menyebut kemungkinan penundaan tersebut berkaitan dengan perkembangan terbaru mengenai penyelenggaraan turnamen serta perubahan kalender kompetisi yang telah disetujui Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keputusan AFC untuk mengubah siklus penyelenggaraan Piala Asia mulai edisi 2032. Dalam pertemuan luar biasa di Tokyo, Jepang, pada 23 Oktober 2026, AFC menyetujui bahwa Piala Asia mulai 2032 akan digelar pada tahun genap.
Perubahan tersebut dilakukan untuk menyelaraskan kalender kompetisi AFC dengan agenda sepak bola internasional.
Dengan adanya kebijakan baru itu, penundaan Piala Asia 2027 ke 2028 dinilai tidak akan mengganggu jadwal edisi berikutnya. Jika perubahan tersebut disahkan, Piala Asia di Arab Saudi tetap memiliki jarak empat tahun sebelum turnamen selanjutnya pada 2032.
Situasi Keamanan Jadi Perhatian AFCPotensi penundaan Piala Asia 2027 tidak terlepas dari situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir.
Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, sebelumnya juga telah memberikan sinyal bahwa penundaan Piala Asia 2027 ke 2028 bisa menjadi opsi apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tidak memungkinkan turnamen digelar sesuai jadwal. Dalam keterangannya kepada wartawan di Zurich pada 14 Oktober 2026, Sheikh Salman menegaskan AFC tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan dan masih memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut.
"Kami bisa menunggu hingga akhir November. Situasi bisa berubah dengan sangat cepat, menjadi lebih baik atau lebih buruk di kawasan ini. Ini masalah memantau perkembangan," kata Sheikh Salman, dikutip dari AFP.






Komentar (0)