Viral! Detik-detik Mencekam Polisi dan BNN Turun dari KRL, Serbu Markas Narkoba di Kampung Bahari, Begini Kronologinya

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Sebanyak 1.816 personel gabungan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dikerahkan untuk menggerebek lokasi yang diduga menjadi markas peredaran narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line untuk menjangkau kawasan yang menjadi sasaran penggerebekan.

Baca Juga :
Cegah Kampung Bahari Kembali Jadi Sarang Narkoba, Kapolda Dorong Penataan Kawasan
Gerebek Kampung Bahari, Polisi Temukan Ribuan Ekstasi hingga Senjata Api

Operasi yang dimulai sekitar pukul 05.30 WIB itu berlangsung di kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari. Setelah turun dari KRL, petugas langsung menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran narkoba.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi mengatakan, operasi tersebut melibatkan sejumlah satuan kepolisian bersama BNN. "Tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro, BNN, Brimob, Polres Metro Jakarta Utara," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi di Jakarta, Minggu.

1.816 Personel Dikerahkan dalam Penggerebekan

Adhe menjelaskan, sebanyak 1.816 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, serta Brimob Polri.

Penggunaan KRL menjadi salah satu hal yang menonjol dalam penggerebekan kali ini. Commuter Line digunakan sebagai transportasi alternatif dari Stasiun Tanjung Priok menuju kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.

Moda transportasi tersebut dipilih karena jalurnya dapat mengakses langsung kawasan yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba. Petugas kemudian turun dari kereta dan bergerak menyisir area sasaran.

Pelaku Sempat Melawan Petugas

Setelah tiba di lokasi, personel gabungan mendatangi satu per satu lapak yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkoba. Penyisiran dilakukan di sepanjang jalur rel kereta api hingga kawasan permukiman penduduk.

Dalam proses penggerebekan, sejumlah orang yang diduga bagian dari jaringan peredaran narkoba di kawasan tersebut sempat memberikan perlawanan kepada petugas.

Meski demikian, petugas gabungan berhasil mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkoba. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari hasil penggeledahan di lokasi. Barang bukti yang diamankan meliputi narkoba dan senjata tajam.

Tersangka Dibawa Direktorat Narkoba Polda Metro

Baca Juga :
Polisi Punya Mobil Khusus untuk Bongkar Mobil yang Ringsek, Begini Peralatannya
Digerebek Polisi, 9 Pria di Rusun Tanah Tinggi Positif Narkoba, Sabu dan Tembakau Sintetis Disita
Polri Gandeng Kemendes, Desa Bakal Dibersihkan dari Narkoba dan Pengangguran

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Emil Audero Akhirnya Menang Juga
• 11 jam lalu
0
thumb
Peradi Prof Perkuat Mutu dan Etika Pendidikan Advokat
• 18 jam lalu
0
thumb
Inovasi 'MindAid Pouch': Karya Pelajar Indonesia Raih Medali Emas di ISIF 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
⁠Putusan-putusan yang Ungkap Persoalan Riwayat Pendidikan Wapres Gibran
• 11 jam lalu
0
thumb
Terjadi Peningkatan Aktivitas, Gunung Anak Krakatau Alami 12 Kali Erupsi Malam Ini
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.