jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) hadir mendekatkan peluang kerja luar negeri ke tengah masyarakat.
Melalui Tasikmalaya International Job Fair 2026, Jumat (30/10), KP2MI menghadirkan sebanyak 10 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) baik secara langsung maupun daring.
BACA JUGA: Menteri Mukhtarudin Luncurkan Telekonseling, Perkuat Pelindungan Kesehatan Mental Pekerja Migran
Ribuan peluang kerja luar negeri dihadirkan dengan berbagai negara tujuan yakni Korea Selatan, Jepang, Jerman, Singapura, Taiwan, Kuwait serta negara lainya di benua Asia, Eropa dan Afrika.
"Tasikmalaya International Job Fair 2026 menjadi Job Fair pertama yang diakukan secara Hybrid. Hal ini menjadi langkah awal dari transformasi analog ke digital yang dilakukan," ujar Staf Khusus Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Bintang Wahyu Saputra dalam sambutannya di Plaza Asia, Kota Tasikmalaya.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan konektivitas informasi peluang kerja luar dan dalam negeri akan semakin terdistribusi secara luas ke seluruh wilayah.
Dia melanjutkan kesempatan kerja adalah salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, kegiatan ini memiliki arti penting dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, sesuai kompetensi dan kualifikasi yang dipersyaratkan.
"Kesempatan kerja ini tidak hanya menyasar pekerjaan di dalam negeri saja, tapi juga tersedia peluang kerja internasional. Ini menjadi kesempatan yang patut dimanfaatkan sebaik-baiknya. Para pencari kerja dapat memperoleh informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja, persyaratan jabatan, serta peluang untuk mengembangkan karier," imbuhnya.
Bintang juga menyebutkan arahan Presiden Prabowo kepada Menteri P2MI untuk menyiapkan 500.000 tenaga kerja, khususnya sektor manufaktur, hospitality, kesehatan dan sektor lainnya melalui Program SMK Go Global.
Sementara itu, Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan Kota Tasikmalaya menjadi salah satu penggerak utama ekonomi di wilayah Priangan Timur, dengan laju pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.
"Kemiskinan dapat kita turunkan dan alhamdulillah kemiskinan di Tasikmalaya sudah satu digit. Tahun 2025-2026, 1,5% kita berhasil turunkan. Berarti sekitar 10.000 orang kami berhasil tuntaskan kemiskinannya," tutur Viman.
Dia menyambung terdapat sekitar 6.000 orang yang mendaftar pada Jobfair ini.
"Semoga kita dapat memfasilitasi dengan baik para pencari kerja baik yang akan bekerja didalam negeri maupun keluar negeri," sambungnya.
Job Fair ini menghadirkan 22 Perusahaan luring dan daring dengan total sebanyak 7.222 lowongan kerja yang tersedia.
Para peserta tercatat berasal dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya dan daerah lain yang berbatasan dengan Tasikmalaya.(jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari





Komentar (0)