Laba Kuartal III BYD Tumbuh Melambat, Gagal Penuhi Ekspektasi Pasar

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Raksasa otomotif kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 28% pada kuartal ketiga. Angka ini menandakan adanya perlambatan dibandingkan capaian kuartal sebelumnya yang tumbuh 30%. Fenomena penundaan laju pertumbuhan ini dipicu oleh persaingan industri EV domestik yang kian intensif dan kini mulai merambah ke pasar internasional. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di bursa saham yang dirilis pada hari Kamis, BYD berhasil mengantongi laba bersih mencapai 10 miliar yuan (sekitar $1,50 miliar) selama periode tiga bulan tersebut. Meskipun kinerja finansial ini tetap mencatatkan angka pertumbuhan positif, laju peningkatannya terpantau tidak sepesat periode-periode sebelumnya.

Capaian laba bersih tersebut rupanya belum memenuhi perkiraan para analis pasar. Berdasarkan konsensus tiga lembaga pialang yang dihimpun oleh Reuters, BYD sebelumnya diproyeksikan mampu mengumpulkan laba bersih di kisaran 11,4 miliar yuan hingga 12,95 miliar yuan untuk kuartal tersebut. 

Pendapatan naik 13,6% dari tahun sebelumnya menjadi 221,5 miliar yuan, membalikkan penurunan 3% pada kuartal kedua dan mengakhiri empat kuartal berturut-turut penurunan pendapatan.

"Ekspansi yang cepat melambat, karena semua produsen Tiongkok lainnya juga datang. Ada peningkatan persaingan di pasar ekspor tersebut untuk BYD," kata analis otomotif Felipe Munoz. "Kuartal-kuartal mendatang akan lebih sulit bagi BYD."

Berdasarkan kalkulasi Reuters dari pengungkapan resmi perusahaan, volume penjualan global BYD pada kuartal ketiga melonjak 18,8% dibanding tahun sebelumnya hingga menembus lebih dari 1,32 juta unit kendaraan. Lonjakan ini didorong oleh pengiriman ke pasar internasional yang naik lebih dari dua kali lipat, sehingga berhasil menopang dan mengimbangi tren penjualan domestik di Tiongkok yang cenderung melemah. 

Langkah ekspansi ke luar negeri ini berdampak langsung pada neraca keuangan perusahaan per 30 September. Laporan resmi menunjukkan bahwa nilai piutang dagang BYD meningkat sebesar 52,6% dibandingkan akhir tahun lalu, sementara posisi persediaan (inventaris) melonjak hingga 60,1%. Pertumbuhan signifikan pada kedua pos keuangan ini terutama dipicu oleh pesatnya perkembangan bisnis otomotif BYD di mancanegara. 

Sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan pasarnya, BYD kini tengah mengajukan izin regulasi untuk menggandakan kapasitas produksi tahunan pabriknya di Brasil menjadi 600.000 unit kendaraan. Sebagaimana dilaporkan oleh Reuters bulan ini, langkah strategis tersebut semakin mempertegas komitmen BYD dalam memperkuat basis manufakturnya di tingkat global. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kenali Modus Voice Phising, BRI Ingatkan Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Perbankan
• 5 jam lalu
0
thumb
Melawan Kesepian, Merangkul Anak-anak Down Syndrome
• 8 jam lalu
0
thumb
IWAPI gelar Munas 2-3 November tegaskan tidak akui Munaslub
• 7 jam lalu
0
thumb
Tutup Semua Celah, Polisi Sisir Jalan Tikus di Kampung Bahari Jakut, Bandar Narkoba Kocar-kacir
• 5 jam lalu
0
thumb
Pendekatan Kolaboratif Kunci Pemulihan Bencana
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.