Menhut tinjau sekat bakar lindungi habitat orangutan di Barito Utara

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau sekat bakar yang dibangun untuk menghambat penyebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, untuk melindungi habitat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Berdasarkan keterangan diterima di Jakarta, Minggu, Menhut Raja Jul Antoni melakukan peninjauan sekat dengan panjang kurang lebih 3,2 kilometer itu bersama penggiat lingkungan dan Pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit pada Sabtu (31/10).

Pembuatan sekat bakar tersebut mulai dilakukan pada 11 September 2026 sebagai bagian dari upaya menghambat penjalaran api dan memberikan ruang bagi tim di lapangan untuk melakukan penanganan karhutla.

Di lokasi, sekat bakar terlihat menjadi pembatas antara area yang telah terbakar dan area yang masih hijau. Pada satu sisi tampak bekas kebakaran, sementara vegetasi di sisi lainnya masih terlihat utuh dan hijau.

Baca juga: Sekat bakar alihkan api di Hutan Lindung Sungai Wain

Selain membatasi penjalaran api, sekat bakar ini dinilai berhasil membantu melindungi kawasan habitat orangutan dari ancaman kebakaran.

Pembuatan sekat bakar tersebut dilakukan bersama Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Damkar, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Barito Utara, masyarakat, serta pihak perusahaan melalui dukungan penggunaan alat berat untuk proses pembuatan sekat bakar.

Pendidi Yayasan Kalaweit Chanee mengatakan pembuatan sekat bakar menjadi salah satu langkah yang diperlukan setelah upaya pemadaman dilakukan berulang kali. Ia menyebut tim telah melakukan pemadaman selama sekitar 10 hari sebelum mengambil keputusan untuk membuat sekat bakar karena api kembali menyala.

"Sebelum ambil keputusan ini (bikin sekat bakar) pernah berkomunikasi dengan Bapak Menteri, 10 hari sudah coba, padamin-padamin, cukup confident ternyata apinya nyala lagi," kata Chanee kepada Menhut.

Baca juga: Kalteng bantu lengkapi sarpras penanganan karhutla 16 tim kelurahan

Menurutnya, keberadaan sekat bakar juga dapat menjadi pengaman ketika tim pemadam menghadapi kondisi api yang sulit dikendalikan. Ia menilai penguatan personel untuk menjaga sekat menjadi penting setelah jalur tersebut selesai dibuat.

Diketahui sebelumnya Chanee sempat memposting dan meminta bantuan karena kondisi api yang besar berada di wilayah Barito Utara.

Menhut Raja Antoni kemudian memberikan izin untuk penggunaan alat berat dalam pembuatan sekat bakar, serta menurunkan Manggala Agni Kemenhut langsung ke lokasi.

Dalam kondisi darurat penanganan karhutla, Menhut sebelumnya memberikan izin penggunaan alat berat secara terbatas untuk kepentingan pembuatan sekat bakar, dengan penekanan agar penggunaannya tidak melampaui kebutuhan penanganan kebakaran.

Baca juga: Kapolda Kalteng komitmen penegakan kasus karhutla tuntas


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pejabat Tinggi Militer AS Terseret Skandal Kebocoran Informasi, Teheran Diam-Diam Membangun Jaringan Persenjataan
• 23 jam lalu
0
thumb
Ramalan 12 Shio Minggu 1 November 2026: Anjing dan Kambing Punya Peruntungan Menjanjikan
• 11 jam lalu
0
thumb
Pusakata Rilis Single Anakku, Lagu tentang Cinta Orang Tua yang Tanpa Batas
• 22 jam lalu
0
thumb
Gelar Muktamar XIV, KAMMI Ingin Jadi Bagian dari Solusi Berbagai Persoalan Bangsa
• 19 jam lalu
0
thumb
Foto: TPA Degayu di Pekalongan Terbakar, Asap Pekat Membubung
• 45 menit lalu
0
Berhasil disimpan.