Prabowo Minta Kadin Perkuat Ekonomi Nasional, Bamsoet Soroti Lapangan Kerja dan UMKM

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita
Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kadin dalam pertemuan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026). (Sumber: (ANTARA/HO-Dokumentasi Bamsoet)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berperan lebih luas dalam memperkuat perekonomian nasional. Kadin diharapkan tidak hanya menjadi organisasi pengusaha, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi dan membuka lebih banyak kesempatan kerja.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima jajaran Kadin dalam pertemuan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (31/10/2026).

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan, pesan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui langkah nyata dunia usaha.

"Presiden menghendaki Kadin tidak hanya menjadi organisasi para pengusaha, melainkan mitra strategis negara dalam membangun Indonesia yang mandiri, tangguh dan berdaulat secara ekonomi. Harapan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, investasi produktif, penguatan UMKM, hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor," ujar Bamsoet, Sabtu (31/10), dikutip dari Antara.

Baca Juga: Potret Prabowo Bertemu Pengusaha, Kadin Ungkap Capaian Investasi

Menurut Bamsoet, dunia usaha memiliki peran penting dalam membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan investasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kadin Diminta Perluas Kemitraan dengan UMKM

Bamsoet menekankan pentingnya memperluas kemitraan antara pengusaha besar, menengah, koperasi, dan UMKM. Kolaborasi tersebut dinilai perlu agar pelaku usaha dari berbagai skala dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi dan merasakan manfaat investasi.

Selain memperkuat kemitraan, Kadin didorong membantu mengembangkan potensi ekonomi daerah. Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan industri berbasis potensi lokal, penarikan investasi, serta penciptaan lapangan kerja baru.

Bamsoet menilai realisasi investasi nasional dapat menjadi peluang bagi Kadin daerah untuk mengambil peran lebih aktif. Pada semester I-2026, investasi Indonesia tercatat mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja.

Baca Juga: Peringatan! Presiden Prabowo: Mereka yang Bermental Mafia Bertujuan Merampok Kekayaan Negara…

Berdasarkan jumlah investasi tersebut, Rp507,8 triliun atau sekitar 50,2 persen mengalir ke luar Pulau Jawa. Capaian ini menunjukkan adanya peluang pengembangan kegiatan usaha dan industri di berbagai daerah.

Bamsoet turut menegaskan bahwa arahan Presiden perlu diterjemahkan menjadi program yang terukur, termasuk investasi yang mampu menyerap tenaga kerja dan produk nasional yang kompetitif.

"Presiden telah memberikan arah yang jelas. Kini tugas Kadin adalah menerjemahkannya menjadi program terukur, investasi yang menyerap tenaga kerja, produk yang kompetitif, dan keberpihakan nyata kepada pengusaha nasional," pungkasnya.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Gading-Persada

Sumber : Antara

Tag
  • prabowo
  • kadin
  • bambang soesatyo
  • kamar dagang dan industri
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Respons Putusan MA, Budi Arie: Wapres Gibran tak akan Mundur, Suket Ijazah Hanya Soal Administrasi
• 4 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Kawal Peringatan Bulan Solidaritas Palestina di Monas Berjalan Aman
• 44 menit lalu
0
thumb
Kisah Kefas dan Perlindungan di Balik Perjalanan yang Tertunda
• 19 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Gibran Sebut Putusan MA soal Suket Tak Bisa Dieksekusi, Singgung Pasal 117 UU PTUN
• 19 jam lalu
0
thumb
Usai Putusan MA, Pakar Hukum Tata Negara Ultimatum Gibran Agar Mengundurkan Diri dalam Waktu 3x24 Jam!
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.