JAKARTA, KOMPAS.TV - Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menuntut transformasi mendasar dalam ekosistem pendidikan nasional. Penggunaan teknologi modern di dalam kelas tidak lagi cukup hanya dipahami secara teoritis oleh para pengajar, melainkan membutuhkan kesiapan praktis agar proses belajar-mengajar menjadi lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Menjawab tantangan tersebut, sebuah inisiatif pelatihan digital berskala nasional kembali digelar guna memperkuat kapasitas para guru di Indonesia. Program yang dapat diakses secara gratis ini dirancang untuk membekali pendidik dengan keterampilan memanfaatkan AI, pemrograman (coding), hingga metode berpikir terstruktur dalam pembelajaran sehari-hari.
Dalam siaran pers yang diterima Kompas.tv, Sabtu (31/10/2026), rangkaian pembekalan intensif dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 6 November 2026 secara daring. Pelatihan ini menghadirkan jajaran pakar dan praktisi kecerdasan buatan terapan untuk mendampingi para pendidik merancang strategi pengajaran yang inovatif.
Baca Juga: Mendikdasmen Bocorkan Kado HGN 2026, Guru Non ASN Bisa Ikut CPNS 2026
Guru yang ingin mengikuti pelatihan perlu terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai peserta program penghargaan pendidikan tahun 2026, kemudian mengikuti mekanisme partisipasi yang telah ditentukan.
Pendaftaran program penghargaan masih dibuka hingga 10 November 2026.
Para peserta juga akan mempelajari tahapan mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, menyusun gagasan, mengembangkan solusi, serta mengevaluasi penerapan teknologi secara relevan dan terukur.
Melalui keterampilan tersebut, guru diharapkan mampu menerjemahkan perkembangan teknologi menjadi strategi pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah siswa.
Head of Marketing Acer Indonesia Fransisca Maya mengatakan, pelatihan dirancang dengan pendekatan praktik agar guru dapat mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam menjawab tantangan pembelajaran.
Menurut dia, pengalaman belajar yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong pendidik mengembangkan metode pengajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pelatihan ini juga melibatkan kolaborasi dengan Intel Skills for Innovation (SFI), yang menghubungkan pemanfaatan teknologi dengan aktivitas pembelajaran di kelas. Melalui pendekatan berbasis proyek, guru didorong untuk mengeksplorasi penerapan teknologi dalam kurikulum serta merancang pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Baca Juga: KG Media dan Google Gelar Uji Kompetensi Wartawan, Dorong Pemanfaatan Kecerdasan Buatan
Director of Educational Innovation & Partnership Intel Corporation Tommy Ferdianto mengatakan, guru perlu memahami sekaligus menerapkan teknologi dan AI secara langsung dalam proses pembelajaran. Ia berharap pendekatan berbasis proyek dapat membantu guru lebih percaya diri dalam mencoba metode baru, mengembangkan ide, serta merancang pengalaman belajar yang lebih inovatif.
Program yang memasuki tahun keenam penyelenggaraan ini memberikan apresiasi kepada institusi pendidikan dan tenaga pendidik dengan total hadiah senilai lebih dari Rp600 juta. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan, keterampilan, serta rancangan pembelajaran baru yang dapat diadaptasi di sekolah masing-masing.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Redaksi-Kompas-TV
Sumber : Kompas TV
- guru
- kecerdasan buatan
- pembelajaran
- inovatif
- acer indonesia
- intel






Komentar (0)