Mental Pemain Arema FC Runtuh Usai Bali United Cetak Gol Pembuka

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Malang (beritajatim.com) – Arema FC menelan kekalahan telak dari Bali United. Singo Edan menyerah dengan skor 1-3 atas Serdadu Tridatu di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (31/10/2026).

Empat gol dalam laga ini masing-masing dicetak satu gol oleh Arema FC melalui Careca pada menit ke-78. Sementara itu, tiga gol Bali United dicetak oleh Marko Dugandzic pada menit ke-40, Irfan Jaya pada menit ke-45, dan gol ketiga oleh Teppei Yachida pada menit ke-67.

Pelatih interim Arema FC, Andre Caldas, mengatakan bahwa setelah meraih kemenangan 4-0 atas Dewa United pada pekan sebelumnya, para pemain Arema FC sebenarnya mengawali laga melawan Bali United dengan penuh percaya diri.

Hingga menjelang babak pertama berakhir, Arema FC mampu mengimbangi permainan Bali United. Bahkan, Singo Edan beberapa kali mengancam pertahanan Bali United. Namun, mental pemain Arema FC runtuh usai Marko Dugandzic mencetak gol ke gawang Syahrul Trisna pada menit ke-40.

“Jika ingat, gol pertama terjadi di menit ke-40. Sampai detik itu, jalannya pertandingan sangat seimbang. Mereka punya peluang, kami juga punya peluang yang bisa mencetak gol,” kata Andre.

“Tapi setelah gol pertama, saya rasa mental kami langsung jatuh drastis, mereka seperti tidak percaya. Gol kedua terjadi masih di babak pertama, pada menit ke-45, seperti satu menit menjelang akhir pertandingan. Kami sudah banyak berbicara tentang mentalitas dengan para pemain, tetapi itu sangat berat,” tambahnya.

Di ruang ganti, dia mencoba membangun semangat para pemain Arema FC agar terus bangkit, menekan, dan menyamakan kedudukan. Pemain memulai babak kedua dengan semangat mengejar ketertinggalan dari Bali United.

Namun, petaka terjadi saat Arema FC harus bermain dengan 10 pemain setelah Alfeandra Dewangga mendapat kartu merah pada menit ke-74. Empat menit berselang, Arema FC mampu mencetak satu gol lewat Careca. Nasib sial kembali diterima Arema FC usai Julian Guevara mendapat kartu merah pada menit ke-90. Singo Edan harus bermain dengan sembilan pemain.

“Itu adalah momen yang buruk bagi kami. Dan itu harus menjadi pelajaran yang tidak boleh terjadi lagi, selamanya. Karena itu (kartu merah) merusak jalannya pertandingan,” ujar Andre. (luc/kun)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sejauh Mana RKAB Menjamin Keberlanjutan Industri Tambang?
• 9 jam lalu
0
thumb
Jadwal Balapan Moto3 GP Malaysia, Veda Ega Start dari Baris Ketiga
• 4 jam lalu
0
thumb
My Chemical Romance Hadirkan Film Pendek Prelude to the End, Libatkan Billie Eilish
• 10 jam lalu
0
thumb
Top Ekonomi: Shell Resmi Alihkan Bisnis SPBU Indonesia ke SEFAS Group
• 14 jam lalu
0
thumb
5 Makhluk Mitologi Jepang dengan Kisah Paling Menyeramka
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.