Jakarta: Perluasan akses layanan bagi pelaku UMKM dinilai penting. Langkah ini salah satu instrumen dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat DKI Jakarta.
“Melalui penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, serta perluasan akses layanan bagi UMKM, Bank Jakarta berupaya menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta,” kata Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, dikutip melalui keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Baca Juga :
Raih 17 Medali, DKI Jakarta Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Catur 2026Pernyataan tersebut disampaikan Agus seusai diskusi bertema “Memperkuat Kepercayaan, Memperkuat Tata Kelola, Menggerakkan Jakarta Kota Global” bersama Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat.
Agus menegaskan, kepercayaan merupakan fondasi utama dalam bisnis perbankan. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) menjadi prioritas yang terus diperbaiki secara berkelanjutan melalui peningkatan kepatuhan, pengelolaan risiko, hingga penguatan sistem pengendali internal.
“Bisnis bank itu adalah bisnis kepercayaan. Supaya bank ini bisa dipercaya, tata kelola sudah menjadi hal yang wajib dan itu terus-menerus kita bangun,” kata Agus.
Ia menyebutkan, terdapat lima prinsip utama yang menjadi landasan tata kelola perusahaan, yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, integritas, dan kewajaran. Kelima prinsip ini harus berjalan secara konsisten agar operasional perbankan tetap sehat, transparan, dan akuntabel.
“Kelima prinsip ini harus terus dijaga dan diterapkan secara konsisten untuk memperkuat kepercayaan nasabah serta memastikan keberlangsungan bisnis Bank Jakarta,” kata Agus.
Selain membenahi tata kelola, Bank Jakarta memperluas jangkauan layanan bagi pelaku UMKM melalui pengembangan sentra mikro dan sentra UMKM. Langkah ini agar pembiayaan semakin mudah diakses sesuai kebutuhan masing-masing kelompok usaha.
Agus menjelaskan, pengembangan sentra mikro membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan sentra UMKM. Karena pelaku usaha mikro memerlukan layanan yang lebih dekat dengan lokasi usaha dan pasar tempat mereka beraktivitas.
“Kalau sentra UKM tidak perlu terlalu banyak karena bisa dipusatkan di sentra-sentra tertentu, kemudian pelaku usahanya yang bergerak. Namun, kalau mikro harus dekat dengan pasarnya,” jelas Agus.
Dengan total jumlah nasabah yang saat ini mencapai sekitar empat juta orang, kemudahan akses tersebut diharapkan dapat semakin mengoptimalkan transaksi maupun pembiayaan masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Agus turut mengapresiasi masukan konstruktif dari LIGA Pro Jakarta guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja perusahaan ke depan.
“Kami tentu tidak anti terhadap kritik membangun. Sebab, kritik diperlukan sebagai sarana evaluasi agar semakin baik lagi,” ucap Agus.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo (tengah). Foto: Dok. Istimewa.
Sementara itu, Presidium LIGA Pro Jakarta, Syafti Hidayat alias Ucok, mengapresiasi berbagai inovasi dan terobosan Bank Jakarta di bawah kepemimpinan Agus H Widodo. Ia berharap Bank Jakarta dapat terus meningkatkan kualitas layanan hingga mampu bersaing sejajar dengan bank Himbara maupun perbankan swasta.
“Semoga layanan Bank Jakarta dapat terus ditingkatkan dan bisa mengungguli bank-bank Himbara maupun swasta,” kata Ucok.





Komentar (0)