Manggarai Barat: Perkumpulan Eropa untuk Indonesia Maju (PERINMA) menyalurkan bantuan perangkat teknologi pendidikan kepada SD Negeri Jarak di Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu, 31 Oktober 2026, bantuan tersebut merupakan bagian dari Project Laptop NTT yang didukung sejumlah perusahaan dan donatur dari Eropa.
Melalui program tersebut, PERINMA berhasil mengumpulkan 15 unit laptop, satu unit proyektor, dan satu unit printer untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Project Laptop NTT diinisiasi melalui Departemen Sosial dan Kemanusiaan PERINMA sebagai upaya membantu sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan, khususnya dalam mengakses perangkat teknologi.
Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan guru dan siswa untuk mendukung proses pembelajaran, memperkenalkan teknologi, serta mengembangkan keterampilan digital sejak usia dini.
PERINMA menilai akses terhadap perangkat digital semakin penting dalam dunia pendidikan. Namun, kesempatan untuk memperoleh fasilitas tersebut belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui Project Laptop NTT, organisasi tersebut ingin membantu memperluas akses pembelajaran berbasis teknologi sekaligus mendukung kesempatan pendidikan yang lebih setara bagi anak-anak di berbagai daerah. Dukungan Sponsor dari Eropa Pelaksanaan Project Laptop NTT mendapat dukungan sejumlah perusahaan dari berbagai negara Eropa. PERINMA menyampaikan apresiasi kepada para sponsor dan donatur yang membantu pengadaan perangkat pendidikan tersebut.
Sponsor utama atau Gold Sponsor program ini adalah Mission Solar GmbH dari Innsbruck, Austria.
Dukungan juga diberikan oleh tiga Silver Sponsors, yakni Olischlager Investments International dari Limburg, Belanda; Fröschl Real Estate dari Zwettl, Austria; serta sejumlah perusahaan dan usaha yang masuk kategori Valued Sponsors.
Mereka adalah Hof Apotheke dari Stuttgart, Jerman; Kircher Natursteinhandel dari Eiterfeld, Jerman; Abenthung & Unterberger Immobilien GmbH dari Innsbruck, Austria; Yanti’s Kitchen dari Helvoirt, Belanda; dan Golze Architektur dari Stuttgart, Jerman.
Menurut PERINMA, dukungan para sponsor tidak hanya membantu pengadaan perangkat elektronik, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi sosial untuk mendukung masa depan pendidikan anak-anak Indonesia.
Melibatkan Tim dan Komunitas Diaspora PERINMA menyampaikan apresiasi kepada Azizah Seiger selaku penanggung jawab Project Laptop NTT yang mengoordinasikan program sejak tahap perencanaan, penggalangan dukungan, hingga realisasi bantuan.
Penghargaan juga diberikan kepada Ketua Departemen Sosial dan Kemanusiaan PERINMA Herty Leummens serta Wakil Ketua Umum Sakaria Wielgosz atas dukungan, kerja sama, ide, dan arahan dalam pelaksanaan program.
Sejumlah anggota tim lainnya turut terlibat, yakni Dini Riani Dewi, Ida Kircher, Husni Suwandhi, serta Rizal Tirta yang juga menjabat Ketua Umum PERINMA. Mereka berkontribusi dalam pencarian sponsor dan donatur, pengadaan perangkat, koordinasi, serta administrasi program.
PERINMA juga mengapresiasi Kepala SD Negeri Jarak Hermilinda F. D. Lihi, S.Pd.SD, beserta jajaran sekolah atas komunikasi dan kerja sama selama pelaksanaan program.
Organisasi tersebut berharap bantuan perangkat teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung keterampilan digital siswa dan tenaga pendidik, sekaligus memotivasi para siswa untuk terus mengejar cita-cita. Kontribusi Diaspora untuk Pendidikan Indonesia Project Laptop NTT mencerminkan upaya diaspora Indonesia di Eropa untuk tetap berkontribusi bagi tanah air, khususnya melalui program sosial dan pendidikan.
PERINMA berharap inisiatif tersebut dapat mendorong lebih banyak individu, komunitas, dan perusahaan untuk terlibat dalam mendukung pemerataan kesempatan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui kerja sama lintas negara, organisasi tersebut ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat diwujudkan menjadi bantuan nyata, meski para pihak yang terlibat berada di negara yang berbeda.
Baca juga: Diaspora Indonesia Dukung Penguatan Berbagai Program Prioritas Presiden





Komentar (0)