Israel Kembali Serang Lebanon Selatan, Ledakan Terdengar di Sejumlah Wilayah

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Beirut: Militer Israel kembali melancarkan serangan udara dan senapan mesin di sejumlah wilayah Lebanon selatan pada Sabtu dini hari, 31 Oktober 2026.

Serangan tersebut dilaporkan terjadi di tengah upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.

Kantor berita National News Agency (NNA) melaporkan serangan Israel menyasar sejumlah lokasi di Lebanon selatan, termasuk distrik Nabatieh, Bint Jbeil, dan Marjayoun.

Serangan tersebut terjadi meskipun Lebanon dan Israel telah menandatangani kerangka kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) pada Juni. Kedua pihak juga kembali mengupayakan jalur diplomatik untuk menyelesaikan perselisihan keamanan.

Di distrik Nabatieh, pesawat tempur Israel menyerang sebuah kawasan di antara kota Nabatieh al-Fawqa dan Kfar Tebnit. Serangan udara Israel lainnya menyasar pinggiran kota Baraachit di distrik Bint Jbeil, menurut laporan NNA.

Sementara itu, di distrik Marjayoun, pasukan Israel meledakkan sebuah lokasi di kota Tallousa. Sebuah drone juga dilaporkan terbang rendah di atas sejumlah kota di sekitarnya.

Pasukan Israel turut melepaskan tembakan senapan mesin dari arah Khiam menuju lahan pertanian di Ibl al-Saqi. Pesawat tempur Israel juga menyerang kawasan di antara kota Adshit al-Qusayr dan Taybeh.

Di distrik Tyre, drone Israel terbang rendah di atas Kota Tyre dan sejumlah kota di sekitarnya. Drone tersebut dilaporkan mencapai kedua sisi Sungai Litani di kawasan Qasmiyeh.

Menurut koresponden Anadolu, drone Israel juga terus terbang di atas kawasan pinggiran selatan Beirut sejak pagi hari. Serangan Berlanjut Setelah Perundingan di Florida Serangan terbaru Israel terjadi setelah perundingan militer dan teknis antara Lebanon dan Israel yang disponsori AS di Tampa, Florida, pada 20–21 Oktober. Pertemuan tersebut berakhir tanpa terobosan yang diumumkan maupun pernyataan bersama.

Sejumlah laporan menyebut kedua pihak sepakat melanjutkan perundingan. Namun, perbedaan pendapat masih terjadi, terutama mengenai penarikan pasukan Israel dari Lebanon dan pelucutan senjata kelompok Hizbullah.

Kerangka kesepakatan Juni mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon yang diduduki. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, militer Lebanon akan dikerahkan dan kelompok-kelompok bersenjata diminta melucuti senjata.

Meski kesepakatan telah diberlakukan, Israel masih melanjutkan operasi militernya di Lebanon.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 4.386 orang, melukai 12.407 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi.

Baca juga: Israel Ledakkan Sekolah dan Bakar Rumah dalam Serangan di Lebanon Selatan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Respons Menohok Gerindra soal Putusan MA Terkait Suket Gibran: Kita Perlu Stabilitas Politik
• 23 jam lalu
0
thumb
Kejagung Lelang 209 Ribu Ton Batu Bara Kasus Korupsi Samin Tan, Terjual Rp264 Miliar
• 21 jam lalu
0
thumb
Cerita Gading Marten dan Imam Darto Berbagi Kisah Fotografi sebagai Arsip Kenangan
• 1 jam lalu
0
thumb
Gandeng Komunitas, Kendari Promosi Festival Pantai Nambo Demi Tembus Event Nasional
• 20 jam lalu
0
thumb
Ingatkan Bahaya Politik Pecah Belah, Presiden Prabowo Ajak Generasi Muda Belajar dari Kesalahan Pahit Masa Lampau
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.