Polisi Ungkap Motif Kasus Penyerangan di Kampung Ambon

liputan6.com
11 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Penyerangan terhadap tiga orang di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, dipicu motif balas dendam. Tersangka berinisial FDM diduga tidak terima setelah sebelumnya menjadi korban pemukulan oleh sekelompok orang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Imron Ermawan menjelaskan, FDM kemudian mengumpulkan sejumlah rekannya untuk melakukan penyerangan pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Advertisement

BACA JUGA: Kampung Ambon Digerebek Empat Kali Dalam Sebulan, 7 Orang Ditangkap

“Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh motif balas dendam. Sekali lagi, motif balas dendam. Tersangka berinisial FDM merasa tidak terima setelah sebelumnya mengalami pemukulan oleh sekelompok orang,” kata Imron saat konferensi pers, Sabtu (31/10/2026).

Setelah mengumpulkan rekan-rekannya, FDM mendatangi Jalan Pinggir Kali, Kalibaru Timur, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng. Kelompok tersebut membawa senjata tajam jenis parang dan senjata api rakitan.

“Setibanya di lokasi, kelompok tersebut melakukan penyerangan secara bersama-sama dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api,” ujarnya.

Akibat penyerangan itu, tiga orang menjadi korban. Dua di antaranya mengalami luka bacok, sedangkan satu korban lainnya terkena tembakan di bagian telinga.

Tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang terdiri dari Resmob, Jatanras, dan Ranmor kemudian memburu para pelaku. Pengejaran dilakukan ke sejumlah titik di Jakarta. Namun, pada akhirnya FDM menyerahkan diri.

“Setelah dikejar, dicari, dan kami sudah mencari berbagai titik di Jakarta, berdasarkan informasi yang ada, FDM melalui perantara-perantara menyerahkan diri kepada petugas Krimum Polda Metro Jaya di wilayah Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan,” ungkap Imron.

Saat menyerahkan diri, FDM turut membawa satu pucuk senjata api rakitan beserta dua butir amunisi.

Imron menegaskan, penyerangan terhadap tiga orang di Kampung Ambon tersebut tidak berkaitan dengan penggerebekan narkoba yang dilakukan aparat penegak hukum. Menurutnya, insiden itu murni merupakan konflik antarkelompok yang dipicu dendam.

Dia memastikan peristiwa tersebut tidak berhubungan dengan operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan Direktorat Narkoba, Bareskrim Polri, maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) di kawasan Kampung Ambon.

“Kami jawab tidak ada. Karena penggerebekan Kampung Ambon oleh Direktorat Narkoba, Bareskrim, dan BNN, yang kami ungkap ini berdiri sendiri. Antara mereka berkonflik,” ujarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG Prediksi Musim Hujan Daerah Jakarta Lebih Dulu di Jaksel dan Jaktim
• 22 jam lalu
0
thumb
Calvin Verdonk Masuk, Lille Langsung Menggila dan Menang Lawan Lens di Ligue 1
• 23 jam lalu
0
thumb
PDIP Akui Bahas Hak Angket Gibran dengan PKS, Temuan MK soal Ijazah Jadi Pembahasan | SAPA PAGI
• 20 jam lalu
0
thumb
Rp104 Triliun Lenyap Digondol Hacker, Binance Janji Ganti Rugi
• 12 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Minta Maaf Usai Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tuai Sorotan
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.