Rampungkan Musim Giling 2026, PG Ngadiredjo Kediri Tembus 9,23 Juta Kuintal Tebu

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, resmi menuntaskan musim giling 2026 pada Sabtu (31/10/2026). Hingga hari terakhir operasional, pabrik gula tersebut mencatat total tebu tergiling sebanyak 9.233.629,9 kuintal atau sekitar 9,23 juta kuintal.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama manajemen, seluruh karyawan, serta petani tebu mitra yang konsisten memasok bahan baku selama musim giling tahun ini.

Pelaksana Harian (Plh) General Manager PG Ngadiredjo, Faiz Humami, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran operasional pabrik hingga musim giling berakhir.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan dan para petani mitra yang telah berkontribusi serta setia mengirimkan tebunya ke PG Ngadiredjo selama musim giling tahun ini,” ucap Faiz.

Menurutnya, keberhasilan mencapai lebih dari 9,23 juta kuintal tebu bukan menjadi akhir dari upaya perusahaan. PG Ngadiredjo akan terus meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan petani.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat pelaksanaan program CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) bongkar ratoon. Program tersebut diharapkan dapat mendorong peremajaan tanaman tebu sehingga produktivitas dan hasil panen petani pada musim berikutnya semakin optimal.

“Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Kami berharap kemitraan ini terus berlanjut dan semakin kuat. Sampai jumpa pada musim giling tahun depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Tanaman PG Ngadiredjo, Sabar Dwi Komarudin, mengatakan capaian giling tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terbangun antara perusahaan dan petani mitra.

Ia menjelaskan, perusahaan terus mengedepankan pelayanan yang cepat dan transparan kepada petani. Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan sekaligus menjaga kepercayaan petani dalam menjalin kerja sama.

“Untuk mencapai titik ini, kami bersinergi kuat dengan para petani mitra. Kami mengedepankan pelayanan yang cepat dan transparan agar petani merasa nyaman dan puas,” jelas Sabar.

Selain menyelesaikan operasional musim giling 2026, PG Ngadiredjo mulai mempersiapkan kebutuhan produksi untuk musim berikutnya. Pelaksanaan program CPCL bongkar ratoon menjadi salah satu upaya yang terus diperkuat untuk mendukung peningkatan produktivitas perkebunan tebu.

Dengan berakhirnya musim giling tahun ini, perusahaan berharap kolaborasi dengan petani mitra semakin solid. Kemitraan tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan produktivitas tebu di wilayah Kediri dan sekitarnya. [nm/ian]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komentar Andi Azwan Terkait Putusan MA Batalkan Suket Ijazah Gibran
• 3 jam lalu
0
thumb
Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Udin Saat Keadilan Belum Tuntas
• 7 jam lalu
0
thumb
Penjualan Motor Tembus 5 Juta Unit, Akankah 2026 Jadi Tahun Kebangkitan Pasar Roda Dua?
• 19 jam lalu
0
thumb
Pertama dalam Sejarah, Paus Leo XIV Gunakan Hak Pilih dalam Pemilu Paruh Waktu AS
• 12 jam lalu
0
thumb
Jurnalis Gelar Aksi Solidaritas, Tolak Kekerasan dan Intimidasi terhadap Wartawan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.