Freeport Siapkan Investasi Rp101,57 Triliun untuk Garap Tambang Kucing Liar

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Freeport Indonesia (PTFI) masih meninjau ulang jadwal pengoperasian proyek tambang bawah tanah Kucing Liar di kawasan Grasberg, Papua Tengah. Padahal, perusahaan telah menggelontorkan investasi sekitar US$1,6 miliar atau setara Rp29,02 triliun hingga 30 September 2026 dan menyiapkan tambahan belanja modal sekitar US$4 miliar atau Rp72,55 triliun hingga 2033.

Dalam laporan kinerja kuartal III 2026 yang dirilis induk usahanya, Freeport-McMoRan (FCX), pada 27 Oktober 2026, perusahaan menyebutkan pengembangan tambang Kucing Liar telah berlangsung sejak 2022. Proyek tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang PTFI untuk mempertahankan produksi berskala besar di kawasan mineral Grasberg.

"Jadwal dimulainya operasi proyek tersebut masih dalam peninjauan," tulis manajemen FCX dalam laporan tersebut.

Meski jadwal pengoperasiannya masih dikaji, rencana jangka panjang PTFI menargetkan peningkatan produksi Kucing Liar mulai sekitar 2030. Tambang bawah tanah tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan bijih sekitar 130.000 ton per hari.

"Rencana jangka panjang pertambangan PTFI mencakup peningkatan produksi Kucing Liar yang dimulai sekitar 2030, dengan kapasitas desain sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari," tulis manajemen.

Jika beroperasi dengan kapasitas penuh, Kucing Liar diperkirakan menghasilkan sekitar 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas per tahun. Produksi tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kegiatan pertambangan berskala besar di kawasan Grasberg.

Dari sisi pembiayaan, PTFI telah mengeluarkan sekitar US$1,6 miliar atau Rp29,02 triliun untuk pengembangan Kucing Liar hingga akhir September 2026. Perusahaan juga memperkirakan kebutuhan investasi tambahan mencapai sekitar US$4 miliar atau Rp72,55 triliun hingga 2033.

Dengan demikian, total investasi yang telah dan diperkirakan dibutuhkan untuk pengembangan proyek tersebut mencapai sekitar US$5,6 miliar atau Rp101,57 triliun.

Manajemen memperkirakan investasi tambahan tersebut rata-rata mencapai US$500 juta atau sekitar Rp9,07 triliun per tahun hingga 2033.

Baca Juga: Proyek Tambang Pomalaa Telan Investasi Rp6,3 Triliun, PT Vale Kejar Target 2027

Baca Juga: Free Float MSIG Life Baru 7,5%, Bagaimana Mengejar Target 15%?

Pengembangan Kucing Liar menjadi salah satu proyek strategis PTFI untuk menjaga kesinambungan produksi tembaga dan emas ketika kegiatan penambangan di kawasan Grasberg terus berkembang. Pada tingkat operasi normal, tambang bawah tanah PTFI secara keseluruhan mampu menghasilkan sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas per tahun.

Dengan kapasitas produksi yang direncanakan, Kucing Liar akan menjadi tambahan penting bagi portofolio tambang bawah tanah PTFI sekaligus menopang keberlanjutan produksi mineral di kawasan Grasberg dalam jangka panjang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Danantara Indonesia Tegaskan Tidak Ada Dana Sponsorship dalam Partisipasi TIME100 Next 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Shalat Dhuha Lebih Utama Berapa Rakaat? Ustaz Khalid Basalamah Beri Penjelasan
• 11 jam lalu
0
thumb
MA Putuskan Suket SMA Gibran Tak Sah, Kuasa Hukum: Tak Pengaruhi Posisi Wapres
• 56 menit lalu
0
thumb
Tuduh Ada Upaya Kudeta Konstitusi, Oposisi Polandia Serukan Aksi di Warsawa
• 11 jam lalu
0
thumb
Bicara di World Stroke Day, Terawan Tegaskan Komitmen Prabowo soal Layanan Kesehatan
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.