Ringkasan Berita
- Pemkab Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan RTH Simpang Lima Gumul, Jumat (30/10), dalam rangka World Cleanup Day Indonesia 2026.
- Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat mengurangi plastik sekali pakai dan membiasakan pengelolaan sampah dari rumah.
- Kawasan Simpang Lima Gumul disebut sebagai ikon Kabupaten Kediri yang kebersihan dan keindahannya harus dijaga bersama.
- DLH Kabupaten Kediri menyebut sampah di kawasan SLG didominasi plastik kemasan makanan dan minuman.
Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui aksi bersih-bersih di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026.
Aksi ini menjadi ajakan untuk membangun kebiasaan sederhana dalam mengelola sampah, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga memilah sampah sejak dari rumah.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyampaikan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Penanganannya membutuhkan aksi nyata dan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
Menurut Dewi, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan, hingga menyumbat saluran air. Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir, terutama ketika memasuki musim hujan.
Karena itu, masyarakat didorong mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke barang yang dapat digunakan berulang kali. Kebiasaan sederhana seperti membawa tas belanja sendiri dan menggunakan tumbler untuk kebutuhan minum sehari-hari dinilai dapat membantu mengurangi timbulan sampah plastik.
“Kita mulai beralih tidak lagi menggunakan tas plastik sekali pakai, tapi juga ke mana-mana bawa tumbler sendiri,” kata Dewi.
Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat mengurangi plastik sekali pakai dan membiasakan pengelolaan sampah dari rumah.Dalam kesempatan tersebut, Dewi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan Simpang Lima Gumul. Sebagai salah satu ikon sekaligus wajah Kabupaten Kediri, kawasan tersebut perlu dirawat bersama agar tetap bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti menjelaskan bahwa sampah yang banyak ditemukan di kawasan SLG didominasi jenis anorganik. Terutama plastik bekas kemasan makanan dan minuman.
Menurut Putut, petugas kebersihan sebenarnya rutin melakukan penyapuan setiap hari. Namun, upaya tersebut perlu didukung kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Sampah yang terkumpul dalam aksi bersih-bersih World Cleanup Day 2026 selanjutnya akan dipilah kembali. Material yang masih memiliki nilai guna akan dimanfaatkan untuk didaur ulang, sedangkan sampah yang tidak dapat diolah akan menjadi residu.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kediri berharap kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada aksi seremonial. Masyarakat diharapkan menjadikannya kebiasaan sehari-hari, sehingga lingkungan tetap terjaga dan kawasan Simpang Lima Gumul semakin nyaman dikunjungi. [ADV PKP/nm]





Komentar (0)