Kemenhaj Buka Peluang Non Muslim Jadi Petugas Haji

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Haji dan Umrah membuka peluang bagi masyarakat non Muslim untuk menjadi petugas haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pelibatan masyarakat lintas agama dalam penyelenggaraan haji akan menjadi praktik toleransi yang nyata. 

Menurut Dahnil, toleransi tidak cukup hanya diwujudkan melalui sikap saling menghormati, tetapi juga melalui kerja sama dan kontribusi bersama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk penyelenggaraan haji. 

Baca: Belanda Mau Kembalikan Harta Karun RI, Ada Berlian Langka 38 Karat

Wamenhaj mencontohkan Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki kehidupan masyarakat dengan tingkat keberagaman yang kuat. Ia telah meminta jajaran terkait untuk mendorong keterlibatan kelompok agama lain, termasuk Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu, dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji di wilayah tersebut.

"Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," ujar Wamenhaj di Manado, dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (31/10/2026).

"Ini menjadi salah satu upaya menghadirkan simbol toleransi, tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di seluruh Indonesia," katanya.

Baca: Gelar "Pak Haji" di RI Ternyata Pemberian Belanda, Begini Mulanya

Dahnil melanjutkan, Indonesia adalah rumah bagi masyarakat yang sangat majemuk, dan karenanya dia menilai keberagaman tersebut perlu tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Menurut Wamenhaj, gagasan tersebut juga membawa pesan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun haji merupakan ibadah umat Islam, semangat untuk memberikan dukungan pelayanan kepada sesama merupakan nilai kemanusiaan yang dapat melibatkan siapa saja.

Meski demikian, gagasan Dahnil ini menuai kontroversi di tengah masyarakat. Sebagian menilai bahwa semangat toleransi yang digaungkan Kementerian sudah melewati batas. 

"Melibatkan umat agama lain dalam proses ibadah bukanlah toleransi, melainkan kolaborasi (atau lebih tepatnya pencampuran ritual)," tulis seorang warganet di Threads. 

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sufriadi Arif Terpilih Aklamasi, Siap Pertahankan Tradisi Emas Sepak Takraw Sulsel
• 22 jam lalu
0
thumb
Erick Thohir Jadi Saksi Pernikahan Asnawi Mangkualam dan Yuriska Patricia
• 11 jam lalu
0
thumb
Talut Sungai Cikalintu Jebol, Banjir Rendam 34 Rumah Warga Cipaganti Bandung | JURNAL NUSANTARA
• 11 jam lalu
0
thumb
OCBC Nisp (OCBC) Raup Laba Rp4 Triliun di Kuartal III-2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Respon ANW Usai Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Betrand Peto Naik Sidik
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.