Diduga Pukul Warga, Kapolres Kapuas Hulu Ngaku Salah, Minta Maaf dan Bersedia Dihukum Adat

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra sedang disorot. Sebab, beredar rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan pemukulannya terhadap seorang warga di Terminal Bus Kedamin, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat (30/10).

Pascakejadian, Wisnu memfasilitasi pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Mengutip unggahan Instagram PPID Polres Kapuas Hulu, pertemuan berlangsung di Ruangan Kapolres Kapuas Hulu sekitar pukul 13.30 WIB pada Jumat (30/10).

Pertemuan tersebut dihadiri Dandim 1206/Psb Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, jajaran Polres Kapuas Hulu, Ketua DPD Satria Borneo Raya Kapuas Hulu Yohanes, perwakilan anggota TBBR, pihak keluarga, serta masyarakat yang terlibat dalam insiden tersebut.

Dalam pertemuan itu, AKBP Wisnu Perdana Putra secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada IKI ADI atas kekhilafan yang terjadi saat dirinya melaksanakan kegiatan kurve di Terminal Kedamin.

"Kapolres juga mengakui kesalahannya, menyampaikan penyesalan, serta menyatakan kesediaannya untuk mengikuti ketentuan hukum adat yang berlaku," kata Polres Kapuas Hulu, dikutip Sabtu (31/10).

Ia berharap permohonan maaf tersebut dapat diterima dan peristiwa yang terjadi menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun hubungan persaudaraan yang lebih baik.

Dandim 1206/Psb Letkol Arm Andreas Prabowo Putro turut mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan sikap saling memaafkan. Ia juga mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Sementara itu, Ketua DPD Satria Borneo Raya Kapuas Hulu, Yohanes, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut.

Ia mengapresiasi itikad baik Kapolres yang telah mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf. Yohanes berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan dengan mengedepankan hukum adat.

Di sisi lain, pihak keluarga IKI ADI mengungkapkan kekecewaan atas kejadian tersebut. Meski demikian, dengan mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan, pihak keluarga menyatakan bersedia menerima permohonan maaf Kapolres.

Permasalahan tersebut selanjutnya disepakati untuk diselesaikan melalui mekanisme hukum adat Punan Uheng Kareho.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sufriadi Arif Terpilih Aklamasi, Siap Pertahankan Tradisi Emas Sepak Takraw Sulsel
• 17 jam lalu
0
thumb
Waka DPR: RUU Perampasan Aset Pastikan Harta Kejahatan Balik ke Korban
• 19 jam lalu
0
thumb
BYD Seal 07 Sudah Mejeng di Diler, Tenaganya 402 HP
• 13 jam lalu
0
thumb
Mengapa Raffi Ahmad dan Willie Salim Dihujat Usai Deklarasi di Bundaran HI? Tipe-Ex Mundur dari Festival RANS
• 15 menit lalu
0
thumb
Mulai 2 November, 6.097 SPPG Tak Bisa Beroperasi karena Laporan Dana MBG
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.