Balai Bahasa canangkan pembelajaran bahasa Enggano ke kurikulum

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Kota Bengkulu (ANTARA) - Balai Bahasa Bengkulu mencanangkan untuk memasukkan pembelajaran bahasa Enggano ke dalam kurikulum muatan sekolah khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara sebagai salah satu upaya untuk melestarikan bahasa daerah.

Hal tersebut dilakukan sebab, kondisi bahasa Enggano membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Kami setiap tahun datang ke Pulau Enggano dan melihat langsung bahwa penutur bahasa Enggano semakin sedikit. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk menyelamatkannya," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Yohan di Kota Bengkulu, Sabtu.

Ia menyebut bahwa Provinsi Bengkulu memiliki tiga bahasa daerah yang menjadi kekayaan budaya masyarakat yaitu bahasa Bengkulu, bahasa Rejang, dan bahasa Enggano.

Untuk keberadaan bahasa Enggano menghadapi tantangan besar karena jumlah masyarakat yang masih mampu menggunakannya semakin berkurang, sebab diperkirakan hanya 700 orang yang masih dapat berbahasa Enggano.

Saat ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara untuk mendorong lahirnya regulasi yang mendukung pelestarian bahasa Enggano.

"Dengan memasukkan pembelajaran bahasa Enggano ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah. Dengan demikian, anak-anak di Pulau Enggano dapat mempelajari dan menggunakan bahasa daerahnya sejak dini," terang dia.

Andriana berharap komitmen pemerintah daerah dapat diwujudkan melalui kebijakan konkret agar bahasa Enggano tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Balai Bahasa Bengkulu sejak Januari hingga Oktober 2026 telah menerbitkan 53 produk atau buku penerjemahan cerita anak berbahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia.

Untuk produk penerjemahan cerita anak yang diterbitkan tersebut merupakan hasil karya para penulis terpilih yang mendapat kesempatan menulis cerita menggunakan bahasa daerah, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

"Sebanyak 53 jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 22 produk. Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti program penulisan cerita anak mendorong Balai Bahasa mengakomodasi lebih banyak karya," sebutnya.

Penerbitan cerita anak dalam bahasa daerah tersedia dilakukan untuk menyediakan bahan bacaan bagi anak-anak, dan menjadi salah satu langkah konkret untuk mendekatkan generasi muda dengan bahasa daerah.



Baca juga: Kemendikdasmen perkuat kebijakan-praktik pelindungan bahasa daerah

Baca juga: Mendikdasmen sebut pentingnya hidupkan kembali 729 bahasa daerah

Baca juga: Kemendikdasmen minta duta bahasa jaga martabat Bahasa Indonesia


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menperin bidik utilisasi industri 85 persen, pacu ekspansi manufaktur
• 22 jam lalu
0
thumb
Jakarta Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027
• 21 jam lalu
0
thumb
MA dan MK Terbukti Selaras, Denny Indrayana: Pilihan Gibran Hanya Satu, Mundur
• 12 jam lalu
0
thumb
Polri Bakal Latih Pengangguran dan Pecandu Narkoba
• 6 jam lalu
0
thumb
Musim Pancaroba, 6 Kebiasaan Sehat agar Tubuh Tetap Fit
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.