Pernah Berbagi Satu Telur untuk Tujuh Orang, Wamentan Dukung MBG

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Satu butir telur harus dibagi untuk tujuh anggota keluarga. Pengalaman hidup serba kekurangan itu dialami Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) di Ternate, Maluku Utara.

Pengalaman masa kecil tersebut menjadi salah satu alasan Saleh menekankan pentingnya pemenuhan pangan dan gizi masyarakat.

Advertisement

Saleh menceritakan kisah tersebut saat berbicara mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di THE TRIBRATA, Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).

“Saya di Ternate waktu saya SD, saya keluarga ada tujuh orang, ya. Ibu saya memasak dan saya anak kedua. Kalau makan pagi sebelum berangkat ke sekolah itu saya ada telur satu dipotong tujuh. Telur satu dipotong tujuh. Saking susahnya zaman itu,” ungkapnya.

Tak hanya telur, keluarganya terkadang juga harus makan nasi tanpa lauk ikan. Sebagai gantinya, nasi dicampur mentega agar tetap terasa enak.

“Kadang-kadang nasi kita enggak pakai ikan, kita campur mentega biar enak,” tuturnya.

Menurut Saleh, persoalan kekurangan gizi dan stunting masih terjadi di sejumlah daerah. Kondisi tersebut, kata dia, tidak selalu terlihat oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan.

“Kalau kita bicara stunting, kita yang ada di Jakarta mungkin enggak bisa lihat. Tapi kalau kita di daerah, kalau kita turun ke bawah, kita akan merasakan bagaimana anak-anak bayi itu stunting, kekurangan gizi, dan sangat-sangat memprihatinkan,” katanya.

Dia mencontohkan masyarakat di Ternate dan Halmahera, Maluku Utara, yang menurutnya berharap program MBG terus berjalan.

“Di daerah saya, saya dari Ternate, Maluku Utara, Halmahera, warga saya, saya tanya di sana mereka sangat minta agar MBG itu tidak dihentikan,” ujar Saleh.

Meski mendukung keberlanjutan program tersebut, Saleh mengakui pelaksanaan MBG masih memiliki sejumlah kekurangan. Dia menyebut manajemen program itu sempat belum berjalan secara tepat.

“Memang kita akui ada manajemen yang kurang pas beberapa waktu yang lalu,” katanya.

Saleh menyebut program pemenuhan makanan bergizi tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah, bersama swasembada pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi. Dia juga menilai pelaksanaan MBG mulai menunjukkan peningkatan.

“Dan saat ini, dengan adanya kehadiran MBG ini, alhamdulillah sudah mulai ada peningkatan,” tandasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ratusan Kader NasDem Kalbar Ikuti Laga Perubahan 2.0, Fokus Perkuat Organisasi
• 20 jam lalu
0
thumb
Hasil Kunjungan Menag Nasaruddin Umar dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama
• 21 jam lalu
0
thumb
Amankan Tiket Semifinal Usai Gim Menegangkan, Jonatan Christie Ingin Pertahankan Gelar Hylo Open
• 10 jam lalu
0
thumb
Investor Asing Masih Percaya RI, Menkeu Suahasil Tunjukkan Buktinya!
• 18 jam lalu
0
thumb
Liverpool Siap Lepas Penyerangnya yang Mengecewakan, Inter Milan Berani Berjudi Membelinya
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.